Minggu, 10 Desember 2017

Cinta dan Perkawinan

Setelah kita membahas bagaimana menyikapi masalah dalam hidup   dan juga hikmah kehidupan pada tulisan sebelumnya. Kali ini saya ingin menambah daftar abadi sebuah tulisan dari seseorang yang entah siapa namanya.

Ini tentang cinta lagi. Ahh dunia ini memang tidak pernah bosan membahas tentang cinta. Karena memang manusia ini tidak akan pernah lepas dengan perasaan cinta itu sendiri.

Suatu hari, ada seorang pemuda yang mendatangi gurunya hendak bertanya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting disana."

"Jika kamu menemukan ranting yang menurutmu paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" lanjut sang guru.

Sang muridpun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Sang murid menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat betjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)"

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi takkuambil ranting tersebut. Saat aku melanjutkan berjalan berjalan lebih jauh lagi, baru aku sadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian bertanya "Jadi ya itulah cinta."

Dihari yang lain ia bertanya lagi pada gurunya "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa memahaminya"?

Gurunyapun bertanya "Ada sebuah hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena itu artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan."

Sang muridpun berjalan, dan tidak seberapa lama dan membawa sebuah pohon yang ternyata kelihatannya itu bukanlah pohon yang subur atau segar juga tidak terlalu tinggi dan kelihatannya biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya "Mengapa kamu menebang pohon itu?"

Sang muridpun menjawab, "Sebab bersasarkannpengalamanku sebelumnya, setelah menjelajahi setengah hutan, aku kembali dengan tangan kosong. Jafi dikesempatan ini aku melihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuoutuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini."

"Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunyapun menjawab "Dan itulah pernikahan"

Cinta itu semakin dicari, maka tidak akan ditemukan. Cinta adanya didalam lubuk hati, ketika dapat menahan pegharapan dan keinginan yang lebih. Cika pengharapan dan keinginan yang lebih terhadap cinta maka yang didapat adalah kehampaan.

Tiada sesuatupun yang didapat jika kita mencari kesempurnaan pada diri seseorang. Dan jika ia sudah berlalu maka ia tidak dapat dimundurkan kembali.

Beranilah mengambil resiko, berkorbanlah dan terimalah cinta apa adanya.

#Day15
#squad3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...