Minggu, 04 Februari 2018

Apa Salah Perasaanku

Dulu saat masih jahiliahnya, saat di ceramahin sama kak Nisa atau kak Hasna tentang larangan berpacaran, rasanya dunia itu bagaikan disambar kilat. Ehh lebay deh.

 
Tapi ini serius loh dear, apalagi banyak yang nembak dan sering di telpon cowok-cowok yang katanya keren pada masanya itu, tapi emang sih mereka keren….peng..upss maaf.

“Dek kita sebagai ummat islam dalam Al-Quran dilarang mendekati zina, mendekati saja kita dilarang apalagi melakukannya,” kata kakak yang mengisi kajian rutin di mushallah kampus saat itu.

“Tau tidak? Pacaran itu bukan mendekati zina loh yah, tapi sudah zina.” Kata kak Nisa lagi menjelaskan dengan disertai senyum yang ramah dan begitu bersahabat.

“Apa perasaan ini salah yah kak? Apakah perasaan cinta itu adalah sebuah kesalahan.?

Percakapan di atas adalah salah satu percakapan yang sering kita temui di kalangan remaja maupun mahasiswa yang kemudian mulai memiki keinginan untuk berfikir. Menurut saya orang yang punya keinginan bertanya adalah mreka yang mau berfikir, sebagian sih.

Kembali ke leptop, bahwa perasaan cinta itu bukan suatu kesalahan yah dear, bukan perasaanya yang salah tapi cara pemenuhannya,yakni harus sesuai dengan perintah Allah SWT. Karena dari jaman old sampai jaman now naluri seseorang tetap sama dan aturan pemenuhan dalam islam pun tetap sama dan tidak pernah berubah dari zaman ke zaman.

Karenanya cara pememenuhan perasaan inipun harus sesuai dengan syariat yang telah di tetapkan dalam islam yakni dengan jalan pernikahan sebagaimana anjuran pernikahan dalam banyak ayat dalam kitab-Nya.

“Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” [Ali ‘Imran/3: 38].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
 “Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabb-nya: ‘Ya Rabb-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau-lah Waris Yang Paling Baik.’” [Al-Anbiyaa’/21]

Semoga penjelasan singkat ini mmberikan gambaran dan sedikit pencerahan yah dear, bahwa dalam islam aturan rasa cinta atau fitrah perasaan cinta ini sudah diatur sedemikian rupa oleh agama kita, sehingga kita di tuntut memahami bahwa Allah melarang hambanya mendelati zina, karena zina dan pacaran ini adalah suatu jalan yang di haramkan.

Karena perintah ini dating langsung dari sang meha pengatur alam semesta dan segala isinya. Apa kita akan membangkang? Apa kita akan menawar?

Kalau misalnya dosen yang kamu segani atau rektor di kampus kamu memanggil menghadap di kantornya, apa reaksimu? Tentu kamu akan sedikit takut? Grogi? Degdegan? Atau kamu senang? Atau kamu dengan sopan dan rapinya menghadapa pak rektormu?

Belum lagi jika nanti sesampainya di kantornya, jika kamu dimita utuk mengerjaka sesuatu, tentu kamu aan dengan senag hati akan mematuhinya bukan? Entah karena segan, hormat atau karena ia yang punya peran kekuasaan besar di kampus.

Nah bagamana dengan Allah SWT, pencipta alam semesta dan seluruh isinya, pencipta dosen, pengendali dosenmu, iya kan? Maka dari itu perintahnya harus lebih kita dahulukan dari yang lain.

#ODOP5
#Merkurius
#Day10


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...