Selasa, 07 November 2017

Bersegara dan Berlarilah

Potensi kita ibarat air. Bila tergenang maka ia tidak hanya berubah warna namun juga akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap, bahkan menjadi sumber penyakit.

Bila air bergerak akan menghidupkan, bila mengalir akan menyuburkan dan di jika dikelola akan memberi manfaat.

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia dan alam semesta. Maka air harus selalu ada dan bergerak.

Manusia pun demikian, harus selalu bergerak dan bergerak. Karena dengan bergerak semuanya jadi indah dan hidup. Seperti air memberi kehidupan pada yang lain. Sebab bila air tersumbar ia akan mengeluarkan bau tak sedap, mengundang nyamuk berkembang biak yang mengakibatkan penyakit.

Bergerak akan mendatangkan keberkahan. Orang yang berusaha dan berlari menuju sebuah impian maka ia akan mengalahkan banyak orang.

Kitalah yang harus merangkak, berjalan dan bahkan jika perlu berlari menuju kebaikan. Karena kebaikan tidak pernah menunggu. Kitalah yang harus bersegerah.

Simaklah salah satu sahabat yang dikabarkan dimandikan oleh malaikat.

Perang Uhud baru saja berakhir, dengan kekalahan dari pihak kaum muslimin. Tatkala kaum muslim menghimpun jasad para syuhada untuk di kuburkan, Rasulullah kehilangan mayat Hanzalah.

Setelah mencari kesana-kemari, mereka mendapatkannya di atas gundukan tanah yang masih basah bekas guyuran air.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya bahwa malaikat telah memandikan jasadnya.

Rasulullah bersabda, "tanyakan kepada keluarganya, ada apa dengan dirinya?"

Beberapa orang yang di utus menemui isteri Hanzalah dan mereka menyampaikan maksud kedatangannya. Lalu isteri Hanzalah bercerita perihal apa yang dialaminya dengan suaminya.

"Saat hari bermulanya perang Uhud, aku dan Hanzalah baru saja menikah. Saat kami sedang safaf (malam pertama), dari luar terdengar seruang perang. Mendengar seruan jihad, suamilu melepas pelukanku dan kemudian mengambil peralatan perangnya. Dia kemudian bergegas menuju para sahabat menuju medan perang, tanpa sempat mandi junub."

Apa?! Hanzalah segera berlari menuju medan jihad, padahal ia sementara menikmati malam pertama dengan isterinya?

MaashaAllah, bersegera dan berlari itulah yang membuat Hanzalah menempati posisi mulia dimandikan oleh malaikat.

Sebagaimana dalam surah Ali Imran ayat 133 "Bersegeralah kamu kepada ampunan Allah yang luasnya seluas langit dan bumi, yanh disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."

Bersegera dan berlarilah.

Sebagaimana ayat di atas, Allah tidak hanya menyuruh kita melakukan kebaikan, tetapi juga segera melakukan kebaikan.

Tidak harus menunggu waktu, menunggu minggi depan, tahun depan, atau nanti. Tidak. Kebaikan itu harus dilakukan segera. Berlarilah.

#30DWCjilid9
#Squad9
#Day28
#Tema
#MuslimahPenaPeradaban

Senin, 06 November 2017

Bermimpilah sebelum jadi pemimpin

Mengapa harus bermimpi? bukankah mimpi itu cuma bunga tidur? apa perlu kita tidur dulu terus bermimpi?

Memang mimpi itu hanya tinggal mimpi jika tidak dibarengi dengan usaha.

Lihatlah para pemimpin, bukankah mereka dulunya adalah pemimpi yang punya mimpi besar hingga menghantarkannya menjadi pemimpin.

Salah satu program televisi yang sangat saya sukai adalah Cik'c Andy, program yang banyak menampilkan betapa banyak orang-orang kecil yang punya mimpi besar hingga mengantarkannya menjadi orang-orang besar di kemudian hari.

Dalam sebuah majelis, seorang syaikh pernah berkata, "Seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak dia tidak layak jadi pemimpin."

Begitulah kenyataanya, sebuah rumah tangga, desa, daerah, kampung, kota bahkan negara akan kehabisan stok pemimpin kalau tak ada lagi orang yang berani bermimpi dan bercita-cita besar.

Bagaimana tidak, bermimpi saja ia tak berani, bagaimana ia berani memimpin.?

Para pemimpi adalah orang-orang cerdas dan begitu juga pemimpin. Bermimpi berarti berfikir mendahului masanya, meski kadang banyak orang yang belum mampu memahaminya.

Karena itu ciri seorang pemimpin adalah ia yang berani dan punya mimpi. Bukan mereka yang suka ber angan-angan tanpa jelas.

Dan yang lebih penting adalah seorang pemimpi adalah orang yang memiliki keluhuran cita-cita dan jiwa yang mulia tentu memiliki tujuan luhur ke depan. Dan tidak akan menjerumuskan diri ke dalam aktivitas yang hina.

Para pemimpi adalah mereka yang berjiwa besar, sebagaimana tanda kehidupan jiwa seseorang adalah ia yang memiliki cita-cita besar bahkan setinggi bintang.

Bermimpilah karena tak ada yang mampu membatasi mimpimu, bahkan siapapun berhak bermimpi setinggi bintang.

Bermimpi, tuliskan, ikhtiarkan dan doakan...

Selamat bermimpi.
Bismillah mimpi saya akan saya tuliskan disini, sebelumnya saya bahkan malu mengungkapkannya tapi inshaAllah smoga dengan menuliskannya disini saya semakin termotivasi.

Penulis
Pengusaha
Pengajar Qur'an dan
Penjaga Kalamullah (Hafidzah)

InshaAllah...
Kalian jangan malu bermimpi, mari tuliskan mimpimu, dan yakinlah suatu saat akan tercapai.

#30DWCjilid9
#Squad9
#Day27
#MuslimahPenaPeradaban

Minggu, 05 November 2017

Mampukah kaki ini berdiri

Mampukah kaki ini berdiri di hadapanNya kelak, saat tak ada naungan kecuali naunganNya, saat tak ada pertolongan kecuali pertolongannya.

Kaki yang telah di amanahkan kepadaku ini telah kugunakan kemana?

Saat aku di tanya, tangan, mulut serta lidahku telah kupakai untuk apa, dan terlebih usia dan harta yang telah Ia titipkan, kemana dan dimana aku menghabiskanNya.

Tuhan, belum berhadapan saja rasanya kaki ini telah gemetar, terbayang saat di giring di padang yang luas untuk menunggu giliran menghadapkan semua perbuatanku di dunia selama ini. Oh...mampukah aku berdiri di hadapanMu kelak.

Waktu isya ketiduran, subuh kesiangan, dzuhur mengantuk, asar kecapean, magrib lagi-lagi ketinggalan jamaah.

Panggilan adzan nanti dulu, panggilan atasan siap siaga. Quran jarang di baca, hp selalu di tatap. Pengajian bubarin nggak penting, clubbing menghibur diri.

Duniaku di ambang akhir zaman, tapi aku masih saja bersantai. Bagiku hidup terlalu indah hanya untuk pengajian dan mengurusi masa depan. Sekarang zaman modern dimana semua kenikmatan itu tersedia.

Kabarnya, zaman tempatku berdiri saat ini adalah fase ke empat sebelum satu fase lagi akan membuat dunia ini benar-benar di ambang pintu.

Tapi apa yang aku lakukan, aku masih saja berdiri di sini dengan keadaan yang seperti ini. Hancur, berantakan, hidupku hanya untuk kemewahan dan kesenangan semata.

Dunia bagiku begitu mewah untuk kusia-siakan. Hartaku di dunia begitu berharga untuk kusedekahkan. Tubuhku begitu indah untuk ku tutupi, usiaku masih begitu mudah untuk memikirkan akhirat.

Hingga suatu hari kudapatkan diriku tengah berbaring di ruang tamu di rumahku, aku berdiri di pojok ruangan menatap diriku yang terbujur kaku. Sebagian orang terlihat bersedih dan sebagian lainnya hanya berbincang biasa.

"Ada apa ini?" gumamku

Ternyata kecelakaan telah menewaskan diriku. Mobil mewah yang ku kendarai setelah pulang dari pesta temanku malam itu menabrak pembatas jalan.

Keluarga, rumah mewah, Mobil, perhiasan dan hp yang selalu menemaniku kini hanya mampu kupandangi tak mampu kubawa bahkan barang termahalku tak ada yang bisa menemaniku.

Aku masih berdiri di sini. Di pojok ruangan ini, menangis pilu ingin rasanya aku mengulang semuanya, atau kalau bisa cukup izinkan aku mengulang caraku berpulang kepadaMu di akhir hidupku.

#30DWCjilid9
#Squad9
#Day26
#MPP
#Tema

Mampukah kaki ini berdiri

Mampukah kaki ini berdiri di hadapanNya kelak, saat tak ada naungan kecuali naunganNya, saat tak ada pertolongan kecuali pertolongannya.

Kaki yang telah di amanahkan kepadaku ini telah kugunakan kemana?

Saat aku di tanya, tangan, mulut serta lidahku telah kupakai untuk apa, dan terlebih usia dan harta yang telah Ia titipkan, kemana dan dimana aku menghabiskanNya.

Tuhan, belum berhadapan saja rasanya kaki ini telah gemetar, terbayang saat di giring di padang yang luas untuk menunggu giliran menghadapkan semua perbuatanku di dunia selama ini. Oh...mampukah aku berdiri di hadapanMu kelak.

Waktu isya ketiduran, subuh kesiangan, dzuhur mengantuk, asar kecapean, magrib lagi-lagi ketinggalan jamaah.

Panggilan adzan nanti dulu, panggilan atasan siap siaga. Quran jarang di baca, hp selalu di tatap. Pengajian bubarin nggak penting, clubbing menghibur diri.

Duniaku di ambang akhir zaman, tapi aku masih saja bersantai. Bagiku hidup terlalu indah hanya untuk pengajian dan mengurusi masa depan. Sekarang zaman modern dimana semua kenikmatan itu tersedia.

Kabarnya, zaman tempatku berdiri saat ini adalah fase ke empat sebelum satu fase lagi akan membuat dunia ini benar-benar di ambang pintu.

Tapi apa yang aku lakukan, aku masih saja berdiri di sini dengan keadaan yang seperti ini. Hancur, berantakan, hidupku hanya untuk kemewahan dan kesenangan semata.

Dunia bagiku begitu mewah untuk kusia-siakan. Hartaku di dunia begitu berharga untuk kusedekahkan. Tubuhku begitu indah untuk ku tutupi, usiaku masih begitu mudah untuk memikirkan akhirat.

Hingga suatu hari kudapatkan diriku tengah berbaring di ruang tamu di rumahku, aku berdiri di pojok ruangan menatap diriku yang terbujur kaku. Sebagian orang terlihat bersedih dan sebagian lainnya hanya berbincang biasa.

"Ada apa ini?" gumamku

Ternyata kecelakaan telah menewaskan diriku. Mobil mewah yang ku kendarai setelah pulang dari pesta temanku malam itu menabrak pembatas jalan.

Keluarga, rumah mewah, Mobil, perhiasan dan hp yang selalu menemaniku kini hanya mampu kupandangi tak mampu kubawa bahkan barang termahalku tak ada yang bisa menemaniku.

Aku masih berdiri di sini. Di pojok ruangan ini, menangis pilu ingin rasanya aku mengulang semuanya, atau kalau bisa cukup izinkan aku mengulang caraku berpulang kepadaMu di akhir hidupku.

#30DWCjilid9
#Squad9
#Day26
#MPP
#Tema

Sabtu, 04 November 2017

Teruntuk Para Pejuang

Dan jangan kira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup.

Sekeras apapun tantangan dan benturan. Mereka tidak ada rasa takut dalam dirinya, mereka bahkan bergembira dengan karunia tuhannya. Karena Allah telah menjamin untuknya pahala bagi orang-orang yang beriman.

Mereka adalah orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul tatkala ia di cemooh bahkan di usir. Namun mereka berkata, "Cukuplah Allah sebagai penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

Bukankah setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Jika hari ini kita di tentang besok di hadapan Allah ia akan di permalukan.

Biarkan hari kiamat sajalah semua di berikan balasannya. Bukankah Allah menjanjikan surga bagi orang beriman dan siksa bagi yang mengingkari islam.

Allah jelas dalam Al Quran surah Ali Imran ayat seratus delapan puluh lima mengatakan "barang siapa yang dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya".

Semoga Allah menguatkan kita termasuk para ulama dan ustadz Felix Siauw yang kemarin memberi kami banyak pelajaran dari Bangil.

Barakallah...

#30DWCjilid9
#Squad9
#Day25
#MuslimahPenaPeradaban

Jumat, 03 November 2017

Jangan Salahkan Cinta

Berbicara masalah jatuh, banyak orang yang mungkin pernah mengalami bahkan bisa di katakan hampir semua manusia pernah mengalamai hal ini.

Baik anak kecil, remaja mapun orang dewasa pernah mengalami jatuh.

Entah jatuh dari ayunan, jatuh dari tangga, jatuh dari sepeda, jatuh di jalan raya atau jenis jatuh yang lain.

Jatuh ini kadang dari yang ter-ringan sampai jatuh yang sakitnya berat dan bahkan ada yang berakibat kepada kematian loh, misalnya jatuh dari gedung lantai tujuh.hehe tapi ini namanya jatuh bodoh alias emang sengaja cari mati

Oke, tapi kali ini kita akan bahas jatuh yang berbeda....jreng,jreng,jreng

Jatuh ini yakni jatuh cinta. Jatuh cinta ini katanya berjuta rasanya, kadang sakit, kadang jadi obat penyakit, kadang pula menimbulkan penyakit....uhui.

Nah sobat sebelum kita masuk ke acara inti....eh emang ini seminar, sebelum kita bahas intinya, mari kita simak bersama kisah salah satu pemuda yang sedang di mabuk cinta.

Tersebutlah nama seorang pemuda yang bernama samaran Nongki, Nongki adalah pria remaja di temukan warga tengah berbaring di rel kereta api, bukan karena nge fans sama rel kereta atau tak punya rumah yah gays.

Cek per cek, pemuda ini sedang kasmaran alias jatuh cinta dengan seorang gadis bunga bagkai, eh bunga desa. Malangnya sang gadis yang baru seminggu berpacaran dengannya ternyata selingkuh dengan pria lain alias bermain di belakang si Nongki.

Naudzubillah.

Aku juga baru tau sobat, katanya ni yeh kadang cinta itu memang membuat tai kucing terasa coklat dan tai coklat teras kucing....upss emang bisa? nggak lah, cukup kalian aja yang mencoba. Bukan kamu yang lagi baca yah, maksud aku mereka.hihi....pis

"Lah terus piye (bagaimana)? bukannya cinta itu wajar? namanya juga orang lagi sakit, wajar saja kan sampai mau bunuh diri!" Suara sumbang entah dari mana.

.....

Dalam kitab cinta, asyik....emang ada kitab cinta?

"yah di adain aja"

Cinta, mencintai dan dicintai itu adalah wajar. Tak ada yang salah dengan cinta, karena Allah sendiri sudah menanamkan fitrah ini dalam diri setiap insan. Cinta ini adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah untuk manusia.

Dengan rasa cinta seseorang mampu hidup dan merasakan kedamaian dalam jiwanya, dengan catatan jika ia mampu dan tau cara mengelola rasa cinta itu sendiri. Namun bisa berakibat fatal jika tidak memahami hakikat cinta itu sendiri.

Maka dari itu, nyambung dengan tulisan aku kemarin yang berjudul "Membakar Kebodohan". Ya! Kita harus tau ilmunya, maka dari itu belajar.

Cinta ini mengandung makna kasih sayang, keharmonian, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehidupan di kala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta bukanlah hanya sebuah tarikan luaran semata. Ketertarikan secara luaran hanyalah permulaan cinta, bukan puncaknya. Tetapi di samping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan keperibadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah. Karena itulah, Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia.

Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. 

Perasaan cinta adalah sesuatu yang sifatnya sementara di dunia ini. Ia adalah sarana untuk mendekatkan seseorang denga Allah dan juga bisa menjadi penyebab Allah menjauhinya.

Jangan salahkan cinta karena jika kita mampu mengelola cinta kita, maka ia akan membuat Allah mencintai kita dan begitupula cinta itu bisa mendatangkan murka dari Allah.

Oleh sebab itu, jika memang kita cinta kepada seseorang jaganlah kita mengotori hatinya dan menodai dirinya, dan kita juga haru rela berkorban agar orang tersebut itu bahagia bersama orang lain.

Walaupun tidak dengan diri kita, InsyaAllah pahala yang akan kita dapatkan, bukan malah memaksakan keinginnan kita untuk memilikinya.

Buat laki-laki yang memang ingin seorang wanita menjadi kekasihnya, mintalah wanita tersebut dengan baik-baik untuk menjadi istrimu, bukan pacarmu.

#30DWCjilid9
#Day24
#Squad9
#MPP

Kamis, 02 November 2017

Membakar Kebodohan

Belajar bukanlah agar terlihat cerdas atau ingin bersaing dengan siapa-siapa. Belajar adalah cara kita menyingkirikan kebodohan.

Siapa pun yang gigih berjuang pasti akan merasakan manisnya  perjuangan. Sedangkan orang yang memelihara kebodohan akan melakukan kebodohan dalam hidupnya. Atau kata Syayydina Ali, keberadaannya seperti tidak ada.

Belajar merupakan salah satu jalan keluar untuk menghindar dari kebodohan. Meskipun usia sudah tua tidak ada kata terlambat dan tak mau belajar.

Kobarkan semangat belajar dalam diri kita, agar buruknya kebodohan terbakar dalam tubuh.

Imam Al Ghazali pernah berkata "Orang yang cerdas, alim, dan mengerti akan selalu melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan, orang yang bodoh adalah yang hanya melakukan sesuatu yang di inginkannya.

Semangat belajar
Membakar Kebodohan

#30DWCjilid9
#Day23
#Squad9

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...