Rabu, 04 September 2019

Surat Terbuka 05 September_Sebuah Kelahiran Hidup dan Pamit

05-09-1995_05-09-2019

Hari ini special
Istimewa
Kadonya langsung dari Allah SWT

Sebuah kelahiran dan kejadian tidak terjadi begitu saja
Semua hal
Semua peristiwa hidup dan kehidupan
Tidak berlaku sebuah kebetulan

Allah Swt. telah merencanakan hidup ini begitu baik, meski harus diawali dan dilewati dengan air mata sejatinya memang demikian sebuah proses kelahiran

Terlahir dengan perjuangan dan rasa sakit, tak masalah. Asal kita dapat memastikan kehidupan kita membawa tawa dan bahagia untuk mereka yang hidup berdampingan dengan kita

Ahh... dunia berputar begitu cepat
Proses lahir yang menyakitkan ternyata segera berlalu, lalu berjalanlah roda kehidupan yang terasa panjang namun sejatinya hanya hitungan siang dan malam. Di depan sana kita pun harus sadar ada kehidupan selanjutnya yang menunggu, maka diri kita pasti akan berpamitan dengan dunia

Sedih memang, meninggalkan apa yang sudah terbiasa bersama kita
Namun ada yang merindukan jua di sana
Surga rindu bagi mereka yang bertakwa
Pemilik surga rindu bagi mereka yang beriman
Kekasih pemilik surga rindu bagi mereka yang senantiasa menjalankan sunnah dan ajarannya

Lahir Hidup dan Pamit
Sebuah rangkaian hidup yang tak bisa kita pilah, lalu pilih hanya yang kita mau.

Maka pastikan, proses pamit nanti
Kita pamit dengan senyum
Dan giliran mereka yang menangis

Ahh...jangan, Kau jangan menangis
Nanti kita kan bertemu
Di sana

Iya... Jika jalan dan tujuan hidup kita sama
Karena itu kuingin kita satu langkah
Satu tujuan
Satu arah
Dan satu itulah yang mempertemukan kita nanti

Semoga. Aamiin

Surat terbuka untuk siapa saja

05-September-1995

Binturu, Kondongan
05-September-2019

Jumat, 26 Juli 2019

Menyikapi Para Pendosa

Kesempurnaan hanya milik Tuhan pencipta alam semesta, Allah SWT. Bahkan Rasulullah Saw pernah ditegur oleh Allah lantaran ekspresi beliau dan itu diabadikan dalam Qur'an surah Abasa. Demikianlah manusia mulia sepanjang zaman pernah melakukan kekhilafan. Apatah lagi manusia biasa.

Seorang teman bertanya pada saya. Bagaimana menyikapi seseorang yang ingin berteman, mengenal dan shareing pengetahuan dengan orang lain namun orang pertama ini kadang tak menjalankan sunnah, kadang lalai, lalu kadang melakukan kesalahan?

Baik. Manusia biasa sudah tentu tidak luput dari kesalahan. Alangkah indah hati orang yg melakukan kesalahan lalu menyadari kesalahannya. Itu artinya Allah masih mengetuk hatinya dan memberikan peluang untuk memperbaiki dirinya.

Alangkah celaka jika ada yg merasa sudah sempurna dan baik, lalu meremehkan mereka yang terlihat tak baik.

Betapa banyak kisah seorang yang kelihatannya pendosa, lalu ia diam-diam menangisi kesalahannya lalu Allah angkat derajatnya.

Biarlah saya ceritakan sebuah kisah yang disampaikan oleh Ustadz Hamid Ahmad, dari Abu Hurairah yang berkata, bahwa Rasulullah Saw pernah bercerita : Ada dua orang laki-laki bersaudara dari Bani Israil. Salah seorang dari mereka adalah pendosa, sementara yang lain adalah ahli ibadah.

Ahli ibadah itu selalu melihat saudaranya berbuat dosa dan ia selalu berkata, "Berhentilah dari berbuat dosa."

Suatu hari ia melihatnya sedang berbuat dosa, lalu ia berkata kepadanya, "Berhentilah dari berbuat dosa."

Pendosa itu berkata, "Biarkan aku bersama Rabb-ku, apakah engkau diutus untuk selalu mengawasiku?!"

Ahli ibadah berkata, " Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu," atau dia berkata "Allah tidak akan memasukkanmu di dalam surga."

Allah SWT lalu mencabut nyawa keduanya sehingga keduanya berkumpul di sisi Rabb semesta alam.

Allah kemudian bertanya kepada ahli ibadah "Apakah kamu lebih tahu dari-ku? Atau, apakah kamu mampu melakukan apa yang ada dalam kekuasaan-Ku?"

Allah lalu berkata pada pendosa, "Pergi dan masuklah kamu ke dalam surga dengan rahmat-Ku."

Dan Dia berfirman kepada para malaikat: "Bawalah ia ke neraka."

Dari kisah ini setiap muslim dan terlebih saya harusnya bisa mengambil pelajaran bahwa, seseorang masuk surga atau neraka bukan karena ia soleh atau solehah. Tapi karena rahmat dari Allah SWT.

Karenanya tidak pantas seseorang mengucilkan, membenci saudaranya.

Hanya saja. Harus kita tahu, kita semua pendosa termasuk saya, tapi kita tentu ingin masuk surganya Allah dengan rahmat Allah karenanya mari kita perbaiki diri kita. Berlomba dalam kebaikan. Kita harusnya berlomba untuk mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Alangkah baik jika diri kita yang pendosa menyadari dosa itu lalu memperbaiki diri.

Demi Allah, Allah lebih bahagia dari taubatnya seorang hamba daripada seseorang yang bahagia menemukan kendaraan serta perbekalannya yang tadinya sempat hilang darinya

Sumber: Kisah Ini Dikutip Dari Buku Kisah Teladan Dalam Hadist Dengan Pendapat Pribadi Penulis

Senin, 08 Juli 2019

CERITA DIBALIK PELATIHAN Part #1

Bismillah, Alhamdulillah saya sangat bersyukur Allah berikan saya kesempatan untuk hadir di pelatihan Pogram Tahfidz Balita dan Anak yang diadakan di Makassar beberapa hari yang lalu bersama al Ustadz @edy_protaba

Pelatihan ini bagi saya sangat penting, karena dari sejak tahun 2013 saya mengenal islam dan belajar mengaji dengan musyrifah sekaligus kakak, sahabat dan guru saya yakni kak Hasna dan Kak Sri saya benar-benar jatuh cinta dengan Quran. Saya pun punya mimpi ingin jadi keluarga Allah, ingin punya keluarga penghafal quran dan ingin menjadi pengemban Quran dan yang motivasi pertama saya adalah, saya tahu seberapa pun kaya nya saya, meski bergunung-gunung emas yang saya berikan kepada kedua orang tua saya itu tidak mampu membalas jasa mereka yang sudah merawat saya dan mengasihi saya hingga kematian saya nanti. Karenannya saya ingin berikan kado terindah untuk orang tua saya yang melampaui dunia, yakni mahkota dan kemuliaan di surga kelak
untuk mereka orang tua saya. Ibu Hana dan Pak Anwar💞. Perasaan ini ingin saya tularkan pada generasi dan adik-adik saya. Karena semua orang tua berhak bahagia dunia dan akhirat. Karenannya salah satu cita-cita saya agar cita-cita yang lain bisa terpenuhi adalah saya ingin mendirikan Rumah Quran. Dan Alhamdulillah cita-cita ini bertambah mantab saat saya lulus kuliah (sekitar tahun 2016).

Sejak dulu saya punya keinginan untuk membuka Rumah Quran dan ternyata di 2019 ini baru Allah bukakan jalannya. Alhamdulillah
.
.
Tugas manusia memang hanya berniat dan berusaha tanpa henti karena kapannya hanya Allah yang bisa menentukan. Yang salah dan keliru yaitu ketika manusia tidak berani punya mimpi dan cita-cita. Saya teringat dengan sebuah kalimat indah, "Hanya karena belum meraih mimpi, bukan berarti hidup Anda tak berarti. Hidup tak berarti jika Anda tidak punya mimpi untuk diraih." Karena itu saya selalu menyertai mimpi-mimpi saya dengan doa, dan Alhamdulillah Allah bukakan jalannya.

Anda, saya dan kita semua harus berani bermimpi. Dan mimpi atau cita-cita harus dibarengi dengan ikhtiar atau usaha untuk meraihnya karena Innallaha la yughayyiru ma bikaumin hatta yughayyiru ma bi anfusihim.
Ini pesan Allah dalam Quran surah Ar Raad ayat 11, dimana Allah sampaikan bahwa, sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, atau seseorang, atau keluarga atau sebuah komunitas hingga mereka mau mengubah atau berusaha mengubah keadaan mereka sendiri. Jika kita sudah niat, sudah usaha dan doa maka tunggulah keajaiban akan menghampiri anda.

InsyaAllah. Semangat bermimpi menjadikan anak-anak kita, adik kita, keluarga kita dan diri kita menjadi penghafal quran.
Jika ada kemauan ada 1000 jalan, jika tak ada kemauan akan ada 1000 alasan.

Follow @rq_istiqomahbinturu☑

https://www.instagram.com/p/BzmGEerBHJJ/?igshid=jjg4e4habso2

CERITA DIBALIK PELATIHAN Part #2

Bermodal Bismillah, niat dan nekat.

Setelah mengetahui ada pelatihan program tahfidz, maka tekad saya bulat untuk ikut. Saat itu saya benar-benar bertanya dalam diri, "Benarkah saya yakin? Yaah saya tidak yakin dengan diri saya. Tapi saya punya Allah, saya yakin sampai hari ini cita-cita ini ada karena Allah mengizinkannya." Lah tanya sendiri, jawab sendiri. Piye iki

Di group whatsapp, ustadz @edy_protaba menulis sebuah pesan bahwa jika ingin melakukan sesuatu, segera bertindak jangan terlalu banyak pertimbangan. Jleeb, kata-kata itu sangat menusuk. Karena sejak dua ribu enam belas saya ingin mendirikan rumah quran namum terhalang karena terlalu banyak mikirnya. Karena membaca pesan ustadz jugalah salah satu yang menggerakkan saya beranikan diri menghubungi panitia pelaksana pelatihan untuk mendaftarkan diri.

Jangan ditanya, apakah pelatihannya butuh dana. Tentu. Dan saat itu saya hanya bilang ke panitianya, insyaAllah saya akan transfer uangnya. Padahal, saat itu benar-benar saya tidak punya danau eh dana.

Okeh saya punya Bapak yang selalu mendukung saya, tapi sejak selesai kuliah benar-benar saya malu untuk selalu meminta bantuannya. Saya benar-benar harus mandi sendiri eh belajar berusaha sendiri. Maka saya putuskan untuk tidak meminta bantuan bapak meski benar-benar butuh.
.
.
________________
Tempat pelatihan dan rumah saya kira-kira butuh ongkos 300 ribu untuk pulang perginya. Ditambah uang penginapan 300/ dua malam karena acara pelatihan berlangsung dua malam. Ditambah biaya pelatihan yang sama dengan sewa mobil dan juga biaya lainnya selama di Makassar.

Alhamdulillah, kira-kira uang yang saya butuhkan adalah 1,5 juta untuk hidup di Makassar dengan biaya-biaya lainnya yang saat itu saya bersyukur karena uang saya tidak ada sama sekali 😩

Tapi saya selalu ingat pesan Opu, salah satu kenalan yang juga punya Rumah Quran. Beliau pernah berpesan, "Nak eka melangkahlah dan yakin sama Allah, niat baik seorang hamba akan Allah akan bukakan jalannya. Yakin itu".

Demikan pesan indah dari Opu Sri Wahyuni. Terima Kasih opu😘🙏

Ya. Saya selalu yakin dengan pertolongan Allah. Namun kadang-kadang manusia itu terlalu pintar matematikanya. Ia menghitung-hitung dengan hitungan matematis. Padahal pertolongan Allah tidak bisa dikalkulasikan. Bukankah jika kita miskin, kita punya Allah yang Maha Kaya? Cuma masalahnya kepercayaan itu tidak boleh kurang dari 100%

Bismillah. Harus yakin 100%

Dan hari itu tanggal 22-23, bagi orang lain mungkin hari biasa dan biasa saja ikut pelatihan. Tapi bagi saya itu luar biasa. Ternyata bahagia itu jika kita mencapai sesuatu dengan upaya dan kesukaran.

Hari itu saya bisa ikut pelatihan dan juga mengajak salah satu pengajar saya. Jadilah biayanya dua kali lipat bukan? Tapi bagi Allah itu mudah. Semua dimudahkan oleh Allah. Bahkan saya bisa ke toko buku saat di Makassar dan membeli buku dengan harga hampir 600.

Ahh saya jadi punya sebuah pesan buat diri saya sendiri, "Jika kamu kesulitan, jangan menganggap itu sulit. Karena itu artinya kamu meniadakan Allah dalam urusanmu. Bukankah Allah Maha Besar? Jika kamu punya masalah yang besar, katakan pada masalah itu bahwa kamu punya Allah yang Maha Besar. Jika kamu kekurangan, bukankah Allah Maha Kaya? Bukankah Allah Maha Rahman dan Maha Rahim?"

MaasyaAllah.

Dan terbuktilah bahwa Allah Maha Penyayang. Ia amat sayang dengan diri Ini. Percayalah bahwa rezeki dan pertolongan Allah akan datang dari arah mana saja yang tidak kita sangka-sangka. Dan ini berlaku pada siapa saja yang berniat pada kebaikan, yakin dengan dan bersungguh-sunguh serta berdoa kepada Allah SWT.

Jangan benci kesulitan, karena dari sana kita belajar kepuasan dan rasa syukur.

Orang yang terbiasa dengan kemudahan, akan sukar dalam bersyukur dan menghargai hal-hal sederhana.

Bersemangatlah selalu. Karena disetiap kesulitan Allah sudah siapkan kemudahan.

Oleh: Eka Trisnawati Anwar
(Pembina Rumah Qur'an Al-Istiqomah Binturu)

✊🏻 semangat

# *Allah Bersama Prasangka Hambanya*
# *Mudahkan Quran Hidup Akan Mudah*

Kondogan, 9 Juli 2019

Jumat, 28 Juni 2019

OBAT DAN PACARAN

Selain sebagai pengajar di Madrasah Ibtidaiyah, dan pembina rumah tahfidz, saya juga aktif menjual produk-produk herbal.

Suatu hari ada yang bertanya, "Kak, herbal itu pahit atau tidak? Hasilnya bagaimana? Apakah ada perubahan atau bagaimana?"

Pertanyaan ini mirip interogasi😊 tapi yah sudah namnaya juga pembeli. Suka-suka dia mau nanya apa, meski kadang tidak memperhatikan bahwa si penjual juga punya perasaan. Okeh sebagai penjual harus bisa tampail melayani setiap celoteh dan pertanyaan pelanggan. Sepertinya ini saatnya untuk dakwah sambi jualan.

Dan mulailah saya berceloteh.

Dek, sesuatu yg bagus itu biasanya butuh waktu untuk penyembuhan. Kalau yang hasilnya cepat itu kebanyakan akhirnya mengecewakan. Karena yang instan itu tidak mengobati tapi hanya menekan penyakit. Mungkin menyembuhkan tapi tidak sampai ke akarnya.

Hmm kayak jodoh. Kenapa coba banyak orang memilih jalan pacaran? Yaah karena mereka mau mengobati naluri kasih sayang, mencintai dan rasa ingin dicintainya.

Jika rasa ini muncul, mereka berupaya memuaskan perasaannya secara instan yakni dengan jalan pacaran. Akhirnya, hasilnya banyak yg mengecewakan dan bahkan berujung pada penyakit lain yang lebih parah.

Padahal mereka bisa saja memilih jalan menikah. Kalau belum sanggup mereka bisa menundukkan pandangan atau berpuasa.

Lagi-lagi kenapa mereka tidak memilih itu? Yaah tepat sekali. Karena pilihan itu ibarat obat herbal. Yang hasilnya tidak langsung kelihatan dan butuh perjuangan dan waktu.

Tapi ingat, dibalik itu mereka tidak memahami bahwa Allah sedang menyembuhkan mereka sampai ke akar-akarnya

Demikian juga obat bagi saya. Makanya saya kalau sakit itu lebih memilih herbal yang mungkin tidak langsung sembuh kayak obat kimia.

Hehe
Obat herbal itu seperti pernikahan, mungkin harganya mahal, butuh perjuangan untuk belinya bahkan pas dikonsumsi tidak instan hasilnya, tapi mampu menentramkan jiwa dan juga halal pastinya😊🤭 selain itu menyembuhkannya sampai menghilangkan penyakit. InsyaAllah

Jadi memang kenyataannya banyak yang menganggap herbal itu kadang lambat atau bahkan tidak menyembuhkan dan tidak ada efeknya. Kenapa demikian? Karena belum habis dikonsumsi sudah mau cepat-cepat sembuh.

Padahal kesembuhan itu datangnya dari Allah lewat ikhtiar kita minum obat. Oke jika setelah meminum obatnya tidak menyembukan setidaknya kita sudah menempuh jalan terbaik kan. Dengan tidak minum obat sembarangan karena kembali lagi kesembuhan hanya milik Allah.

Nah maaf nih yaah. Contohnya seperti pernikahan lagi. Kenapa pernikahan, pernikahan lagi? Karena jika bahas pernikahan semua pada semangat kecuali yang memang sedang banyak utang dijamin dia sedang murung hehe....

Nah seperti pernikahan pada Ibunda Siti Asiah, ia telah berusaha menempuh jalan terbaik untuk menyalurkan perasaannya dengan pernikahan. Tapi apakah sakitnya bisa terobati? Tidak. Malah ia semakin diuji kesabarannya. Tapi dari situ ia menjadi wanita termulia dimuka bumi ini.

Pernikahannya tidak menghantarkan keluarganya mencapai keluarga bahagia, atau menyembuhkan deritanya. Tapi lewat itu Allah angkat derajatnya lewat kesabaran.

Ups kok jadinya kayak cerpen yaah. Baik saya akhiri tulisan ini, jadi kesimpulannya, jika berobat herbal harus sabar yaa untuk menunggu hasilnya. Dan harus dihabiskan obatnya. Jangan khawatir herbal itu bagus jika dikonsumsi

Kamis, 27 Juni 2019

KALKULASI PAHALA JARIYAH PENGEMBAN DAKWAH KETIKA MENINGGAL DUNIA. NOMOR 4 BIKIN MERINDING!


By : KH Hafidz Abdurrahman

1. Yang pertama pahala tentu mengalir dari orang2 yang dia dakwahi lalu berubah. Jamaah pengajian yang tergugah, atau berubah baik pemikiran maupun perilaku setelah mendengar dakwahnya.

2. Pahala besar juga dari kader2 yang dihalaqohi lalu bergerak berdakwah setelahnya. Juga dari rekan2 sesama pengemban dakwah yang terinspirasi baik oleh perilaku maupun tutur nasehat nya. Selama mereka berdakwah setelahnya, pahala mengalir terus. Masya Allah.

3. Selain itu, ia juga dapat pahala kolektif dari jamaah dakwah tempat dia berkiprah. Karena seorang pengemban dakwah itu ketika menjadi bagian dari jamaah dakwah, maka ia memiliki saham dalam jamaah tsb baik kecil maupun besar dan berhak mendapat sharing pahala hasil dakwah jamaah tsb. Saham paling kecil adalah : turut memperbesar tubuh jamaah dg kehadiran dirinya. Maka bersyukurlah antum wahai kader jamaah dakwah!

4. Yang terakhir, dan ini paling wow, ia dapat pahala dari masa depan. Lho kok bisa?! Jadi begini. Rasulullah saw sudah memberikan bisyarah akan kembali nya masa di mana umat kembali jaya, syariat diterapkan, khilafah ditegakkan. Saat itu kebaikan, kemuliaan, keadilan dan kesejahteraan kembali meliputi dunia. Apakah masa itu turun dari langit begitu saja? Tentu tidak. Melainkan hasil jerih payah para pengemban dakwah 10, 50, 100 tahun sebelumnya! Hatta pengemban dakwah yang "cuma" bertugas memasang spanduk acara, dapat kiriman pahala dari masa itu! Bayangkan betapa besarnya kebaikan yang dihasilkan pada masa itu, dan hasilnya mengalir kepada pengemban dakwah masa sekarang. Wallahi ini yang membuat ana terus terjaga dari rasa futur. MasyaAllah !

Terpilih menjadi pengemban dakwah adalah kemuliaan yang tak ternilai. Maka apakah kita sudah mensyukurinya?!

Semoga kita selalu diberi keistiqomahan oleh Allah swt dan diwafatkan di atas rel perjuangan dalam keadaan husnul khatimah.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”
(QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 18 Juni 2019

Akhwat, Disuruh Menunggu. Begini Tanggapan Saya

Pertanyaan, "Kak, ada laki2 bukan mahrom tp masih ada jj Hubungan keluarga, Terus Nha suruh ka tunggu ii setelah Klw trcpai mi cita2nya jd tentara. Nha trus kak harus ka sya bgaimna"

Tanggapan pribadi saya.

Kalau sy pribadi, saya tidak suka bila ada seorang pria menyuruh saya menunggunya. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, satu tahun,  dua tahun, lima tahun atau bahkan hanya sehari.

Serius. Dari situ seorang wanita bisa menilai sebrapa pantas ia menjadi pendamping anda wahai muslimah.

Pantas itu bukan berrti agamanya sangat luas, atau kaya, mapan, tampan. Tapi seberapa besar dan serius ia ingin menjaga kehormatanmu

Jika seorang ingin meminang tapi menyampaikan maksudnya secara terburu-buru sementara ia menyuruh untuk menunggu sekian lama. Maka anda bisa menimbang-nimbang. Benarkah ia layak dijadikan pendamping.

Bagi saya seorang muslimah. Saya tidak suka disuruh menunggu. Hati manusia mudah saja berbolak-balik. Siapa bisa menjamin jika ditengah jalan ada seorang wanita yang lebih memikat mata dan hatinya hingga ia bisa berpaling pada wanita lain. Siapa bisa jamin , benar apa betul?

Jika seorang pria serius, ia tak perlu menyuruhmu menunggu. Ia cukup persiapkan diri dan semua syarat untuk meminang seorang akhwat, lalu mendatangi walimu dan memastkan apakah engakau siap memilihnya. Jika ia beriman pada Allah, apa pun keputusanmu dan kedua orang tuamu, ia akan menerima dengan lapang dada karena ia yakin bahwa yang terbaik adalah keputusan Allah, yang jelas ia telah berusaha.

Demikianlah sikap seorang ikhwan yang serius. Tenang saja. Jika engkau mempersiapkan diri dengan ilmu agama, sibuk memperbaiki diri demi pertemuan pada Rabb dihari kebangkitan kelak. InsyaAllah di luar sana yakinlah ada seorang pria yang juga sedang memperbaiki diri demi pertemuan dengan Rabbnya di hari tiada lagi pertolongan kecuali pertolonganNya. Yakinlah mudah saja bagi Allah mempertemukan kalian.

Tidak usah menunggu yang tak pasti. Karena wanita bukan untuk disandera perasaannya, tapi untuk dijaga.

Ukhti, jangan pernah menaruh harapan pada seorang hamba. Jangan simpan perasaanmu untuk pria yang belum tentu menjadi jodohmu. Jangan.

Kalau memang ia serius, dia akan datang dengan kepastian. Bukan janji. Sampaikan padanya, jika kamu serius datanglah pada waliku dengan segala daya dan upayamu (Bekal ilmu dan persiapan berumah tangga). Jika memang jodoh, kau akan mendapatiku masih sendiri dan aku menerimamu. Dan jika tidak kau dapati yang demikian, maka bertakwalah engkau kepada Allah SWT. Apa yang di sisi Allah, itulah yang terbaik.

ekashalihah.blogspot.com

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...