Kamis, 03 Maret 2016

Emak* Tonggak Peradaban

Tahun kemarin saat menginjak semester 6, seperti mahasiswa pada umumnya
akan di sebar oleh kampus untuk mengadakan PDK (praktek Dunia Kerja).

setelah beberapa hari di tempat PDK akhirnya akrab dengan beberapa staf di kantor BAPPEDA (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) salah satunya ibu yang bernama ibu Erna, usianya kira-kira 30 tahun, orangnya cukup ramah dan baik.

seperti saat saya  bertanya dengan beberapa emak*  di grup odop, saat itu saya mulai memberanikan diri bertanya ke ibu Erna.

hari itu kebetulan beliau minta tolong ke saya untuk mencari Silabus RPP untuk suaminya,..

" suami ibu mengajar dimana bu,..? sambil mengutak atik beberapa link materi silabus.

Ibu erna berdiri tepat di belakang kursi tempat saya duduk,

" dia mengajar di salah satu sekolah menengah atas dan beberapa kampus disini" jawabnya

bagi saya bertanya itu seperti kerupuk, dimakan sedikit tidak mengenyangkan,

saya akhirnya menggunakan kesempatan itu untuk bertanya

"oh,.."

"  ibu kok kerja juga, kan suda ada suami" tanyaku polos

" iya,  tapi lumayan lah biar ada pemasukan"

"emang gaji suami kurang bu yah?"

"  itu cuma buat ngontrak"

"iya yah bu,  emang hidup ini mahal, terlebih kita hidup di negeri kapitalis, negara yang mengukur semua adalah uang, "

"ibu suda memiliki anak yah,"

"iya Alhamdulillah, suda ada satu cowok"  jawabnya disertai senyum

" MasyaAllah,  yang jaga siapa ibu"

"Neneknya,  kadang juga dititip di Tempat penitipan anak,  hm ini tadi baru nelfon, ngga mau makan dia,  padahal lagi sakit"

"saat-saat seperti ini kadang saya mau berhenti kerja tapi masa pengabdian saya masih lama, tidak boleh keluar." jawabnya dengan suara memelas,

 curhatannya mengalir begitu saja,

kami bercerita ringan karena kebetulan pak Kepala bidang keluar sholat dan kami sedang udzur sehingga tidak sholat, jadilah hari itu ajang curhat...


katanya "banyak emak* yang terpaksa menghabiskan waktunya diluar rumah demi kebutuhan hidup,  entah sadar atau tidak"

seperti halnya ibu Erna, ia pagi-pagi harus ke kantor sekitar jam 7.30 apel pagi istirahat jam 12-00-13.00 pulang kantor sekitar 16.00

tidak bisa dipungkiri bahwa biaya hidup makin melunjak,  bahan makanan pokok,  pakaian, pendidikan,kesehatan, bahkan keamanan hari ini tidak ada yang gratis.

semua harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit
sehingga tak sedikit orang jika menginjak bulan tua
banyak yang  kantongnya kering kerontang.


akhirnya banyak emak* yang terpaksa keluar mencari nafkah,
membantu suami tercinta...

beberapa kisah rumit dari anak-anak kadang membuat saya berfikir,
ini yang salah pemerintah atau sistem kita yang salah yah.

banyak anak yang mencari kasih sayang diluar karena kurangnya kasih sayang yang di dapat di dalam rumah,
banyak anak yang akhirnya terjerumus ke narkoba karena keluarga yang broken home,  sehingga cara mencari ketenangan dengan memakai barang terlarang.

Banyak remaja yang ikut geng dan gaya yang tidak pantas karena kurangya pengontrolan orang tua, sehingga semua media hiburan dilahap habis oleh anak-anaknya.

Banyak anak yang lebih menghargai orang lain ketimbang kedua orang tuanya karena perhatian yang didapat bukan dari kedua orang tuanya.

sehingga benarlah sabda rasulullah mengatakan kepada para sahabat " tidak ada fitnah yang lebih aku takuti selain fitnah akhir zaman"

kemerosotan moral, kebejatan, pergaulan bebas,  aborsi, miras, perzinahan, sodomi, pembunuhan, pemerkosaan, pencuri, judi, manusia kanibal, makanan haram merajalela, murtad, pencurian berjamaah (koruptor) nabi palsu, pemerintah yang abai, kurangnya minat menuntut ilmu dan masih banyak lagi problem akhir zaman yang memang sangat membutuhkan peran sangat penting dari emak*  adik * serta para pemuda jomlo syar'i

fitnah ini bisa menjauhkan yang dekat
mendekatkan yang jauh
merenggangkan yang rapat.
dan merapatkan yang renggang.

Iman yang hanya setebal krispi
dalam menghadapi fitnah sebesar ini,
akan mejadikan manusia melompat-lompat
seperti lomapatan kucing yang kegirangan saat bermain
tanpa tahu sebenarnya ia digiring menuju lubang biawak

peran sorang emak* sangat penting  dalam mendidik anak*

nah bagi para emak*,
sebarkan aja faham bahwa emak2 itu adalah posisi mulia dan penting,
ibu atau emak* adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya,
anak adalah investasi kepada Allah menuju Syurga yang luasnya seluas lagit dan bumi,
MasyaAllah..
 
emak* seperti kalian adalah emak*  di tengah guncangan ekonomi yang melilit adalah emak* yang layak dihadiahi syurga.

 tentu masih ada emak* seperti kalian yang sadar akan tanggung jawabnya, sadar perannya sebagai emak.

kalian para emak* mulia  yang yakin bahwa peran kalaianlah Tonggak peradaban itu.


emak seperti kalian senantiasa mendukung para jomblo syar'i agar tak galau dengan masalah jodoh, karena jodoh memang tak perlu dipusingkan,  seperti halnya kematian,

tak perlu khawatir apakah ia akan datang, kapan datangnya karena cepat atau lambat ia akan datang seperti halnya ajal yang tak perlu di nantikan cukup dipersiapkan.


sehingga lahirlah anak-anak dari pendidikan yang didapat dari emak* tonggak peradaban ini yang tak mudah galau karena hal sepeleh, tapi yang ia pusingkan bagaiamana menjadi seorang hamba yang taat kepada Allah dan Rasulnya, karena jika ia sudah taat kepada Allah maka ia pun akan faham bahwa taat kepada Ibu, Bapak dan suami adalah perintah Allah sebagai bentuk ketaatannya kepada Robbnya. MasyaAllah.




Emak* yang sadar dirinya adalah tonggak peradaban senantiasa mendidik anak-anaknya agar menjadi anak" yang cerdas dan sholeh/sholehah agar kelak ia tumbuh menjadi generasi yang taat kepada robbnya,  bukan taat pada nafsunya,  yah emak* seperti inilah yang bisa melahirkan anak* yang tidak galau dengan kesendiriannya.

memahamkan kepada anak-anaknya tentang tujuan hidup yang sebenarnya, kepada siapa harus menyembah.
Merekalah emak* yang dirindui syurga,  mereka adalah emak* yang senantiasa berkarya di tengah kesibukannya, ia faham bekerja adalah mubah dan mendidik anak serta taat kepada suami adalah kewajiban,  ditengah kesibukannya berkarya ia tak lupa jati dirinya sebagai emak*

tanpa emak*  hebat, bagaimana mungkin bisa melahirkan para jomblo syar'i dan anak SMP yang cerdas, kalaupun ada dijaman sekarang dengan tingkat pergaulan bebas yang makin akut itu hanya 100 banding 1.

Yakinlah hari ini masih banyak emak-emak tonggak peradaban yang tersebar di seantero jagat raya salah satunya silahkan buka link dibawah ini, mereka adalah para emak* yang bergabung di Grup ODOP. kalau ngga tau ODOP tanya sama mereka yah,..(peace emak* yah)

sinichikazumi.blogspot.co.id
htttp://juliarosmaya.blogspot.co.id
htttp://kataella.blogspot.co.idrifa-fa.blogspot.co.id
memoar-random.blogspot.co.id (ketum emak* tonggak peradaban)


Rabu, 02 Maret 2016

Rintihan Anak Negeri








Saat tangan-tangan peluh ini menengadah
Meminta sedikit kesejukan dari cangkir-cangkir berduri
Agar hilang sedikit saja penat pada tenggorokan kami

Saat perut merontah
Lambung menjerit,perih tak berpenghuni
meminta sedikit kemurahan alam
dari bengisnya mulut-mulut raksasa nan rakus
tetap saja kau hanya terdiam.

kami terpaksa mengais sampah
mencari makanan sisah
yang bahkan tak layak
disebut makanan

Kau bangga-banggakan jabatan yang  kau dapat 
dari hasil suap tahta dan wanita,
 mobil mewah yang kau tak makin menambah kerakusanmu
 kini yang ada penguasa bukan pemelihara
 ada pengadilan namun tak ada keadilan

Dimana dirimu saat tangan-tangan kotor
Melucuti sedikit demi sedikit hidup kami
Apakah begitu rumit hidup yang kau jalani di istana mewahmu
Apakah masalahmu begitu rumit
Sehingga kau lupa jati dirimu

Kami merintih
dalam  gelap malam hanya ada cahaya gedung-gedung mewah
yang menerangi gubuk kami
dimana kekayaan minyak bumi yang melimpah ini sumber daya melimpah 
namun kami kegelapan di sudut-sudut kota

tubuh kami kedinginan, kurus, kering
kami menjadi anak tiri di negeri sendiri
sementara orang-orang asing berpesta pora
menikmati kekayaan alam ini...


Selasa, 01 Maret 2016

Jomblo Syar'i sampai Halal



Desiran air sungai bernyanyi indah tepat di bawah jendela
kamar seorang pria separoh bayah itu. 
Siulan burung bermata besar seolah membangunkannya.

Yah tepat sekali, sekitar pukul tiga dini hari kamar kembali dipenuhi dengan cahaya lampu,
Septian kembali ternbangun sekitar jam tiga   

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit.” 

setelah berzikir ia bangkit dari tempat tidur dan bergegas mengambil Air wudhu, shalat  beberapa rakaat ia tunaikan kemudian kembali bersimpuh dihadapan Robbnya dengan berlinang air mata memohon agar segala hajatnya Allah kabulkan.

Ia adalah pria yang senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah, terbukti dengan izinnya Mas septian terpilih menjadi Ketum (ketua umum) sejak dibentuknya gerakan Jomblo Syar’i..

Untuk lebih lengkapnya silahkan liat biodata Mas Septian di Sini muhamad septian wijaya

Ia begitu faham bahwa tak ada sesuatu apapun di muka bumi ini
 yang tak mungkin tanpa izin Allah, 
jika kita dekat dengan sang pemilik hati,
maka hati yang terbaik akan ia berikan kepada kekasihnya.



di usianya yang suda terbilang dewasa membuatnya faham betul
 bahwa memiliki pasangan kekasih adalah sesutu fitrah
 yang Allah telah berikan kepada Manusia termasuk dirinya.

Namun cinta menurutnya tak bisa diartikan sempit yakni
 melampaiskan dengan syahwat, dan
 kasih sayang terlalu tinggi untuk direndahkan dengan baku maksiat.

Ia faham semua makhluk dimuka bumi ini telah tuhan ciptakan 
berpasang-pasangan termasuk dirinya.

Pernikahan terlalu suci untuk dinodai dengan awal yang buruk.
Baginya menjomblo bukan berarti nga laku,

 fitrah mencintai adalah dari Allah, 
dan Allah menjadikan islam tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia .
 jika belum sanggup menikah islampun suda menjelaskan 
bagaiamana seharusnya seorang muslim bersikap, ( nah ini harus kita pelajari dan silahkan search di google atau bertanya lewat ustadz yang telah anda percaya)


Sindiran teman teman yang kadang mengatainya kolot 
dan nga gaul tak membuat dirinya lemah,
ia anggap itu hanyalah siulan burung yang kebetulan
 dianugrahi kepandaian berbicara oleh tuhan,  
 namun tetap saja burung, sekalipun bisa bicara tapi tidak punya akal,
 otaknya aja yang gede’ pikirnya menenangkan dirinya.

Salah satu sindiran yang biasa ia terima dari teman-teman di kampus 

“eh Sep, udah punya pacar nga, tuh presiden loh aja sebelum jadi presiden cari paslon alias pasangan calon dulu, nah loh masa dari lahir samapai sekarang nga cari paslon sih, wkwkwk...?” ( sambil ketawa lepas)

Ia faham betul teman-teman mengatakan itu karena tak faham, bagi dirinya menjadi jomblo nga masalah, karena banyak orang di belahan dunia ini mengalami hal yang sama, sekalipun mungkin  hanya dirinya yang bertahan dengan kesyarian jomblonya ia tak akan goyah dari pendiriannya.

Sebagaiaman kata teman-teman cinta adalah fitrah, ia cinta adalah fitrah maka bagi mas septian cintalah yang memanusiakan manusia, yang membuat indah kehidupan adalah rasa cinta, cinta adalah pemberian sang pencipta. Rasa cinta yang tuhan Anugrahkan adalah wujud rasa cintanya kepada kita agar kita berfikir tentangnya.

Tak mungkin Allah menganugrahkan sesuatu yang salah kepada hambanya namun fitrah ini bisa berpotensi maksiat bisa pula berpotensi taat. 

Sebagiamana Kopi , bisa berpotensi menghilangkan ngantuk bisa pulan menghilangkan nyawa jika cara pembuatan kopinya salah ( ngeri’)

Memilih untuk menjadi jomblo syar’i
 (sesorang yang belum dianugerahi pasangan halal yang memilih tetap bertahan dengan kesendirian dan tetap menjaga perasaan agar tak melenceng dari syariat)
Ia senantiasa memohon kepada Allah jalan terbaik agar Allah mendatangkan jodohnya lewat orang-orang yang Allah telah pilihkan untuknya, semua suda Allah atur, tidak usah memusingkan masalahjodoh, itulah sedikit gambaran jomblo syar’i.



Sebaliknya sesorang yang pusing dengan kesendiriannya, 
ngelantur nga jelas di dunia maya, pasang status galau

 “cinta di tolak dukun beranak, eh bertindak”
 nah ini ciri-ciri jomblo Ngenes.
Yang paling ngenes lagi tuh ia yang suka mengucilkan sang jomblo, 


paling genes lagi kalau mesra-mesraan sama yang nga halal iya kan...?

kalau mba helen dengan tulisan romantisnya mah, saya dukung, kan udah halal, Uni Helen
judulnya Indonesia dan secangkir kopi.

pesan saya
"kalau baca tulisan Uni helen, harus  kuat baca tulisannya ntar baper kalau nga kuat"
Romantis pisan...



Romantis kalau udah halal kan dapat pahala, 
Romantis kepada yang belum halal, jadi dosa.
mending jomblo Syar'i sampai Halal
Bagi sang jomblo syar’i menunggu jodoh itu seperti menunggu kematian,
kita tidak tahu kapan datangnya
namun Lebih baik persiapkan dirimu menghadapinya.
Jodoh itu seperti malaikat maut siapkah jika ia datang menghampiri.

Bagi jomblo syar’i ia seperti leptop yang sangat berharga,
yang memiliki berkas-berkas dan data-data penting
yakni proposal hidup yang telah bertahun-tahun ia susun,
ia tidak mungkin mau mencolok sembarang flashdisk  kedalam leptopnya.

 Apalagi flashdisk yang sering di colok ke sembarang leptop. Baginya itu dapat membahayakan proposal hidupnya yang telah ia persiapkan bertahun-tahun untuk di sidangkan dihadapan sang Khaliq kelak....


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmindan tidak patut pula untuk perempuan mukmin, manakahalah Allah dan Rosul-nya telah menetapkan suatu keputusan, akan ada bagi mereka pilihan lain mengenai urusan mereka. Dan barangsiapa yangmendurhakai Allah dan Rosul-nya maka dia telah sesat, sesat yang nyata “ (QS.Al-Ahzab: 36),
Inilah salah satu kutipan yang ada pada proposal hidupnya. Yang tak mungkin ia biarkan terinfeksi virus.

Referensi: Felix Y.Siauw buku Udah Putusin Aja
Wallahu A’lam...


Sabtu, 27 Februari 2016

Pembacaan Doa

Itulah tadi sambutan dan sepatah kata dari Ketua Umum

yang belum baca,  silahkan lewat sini...

http://muhamadseptianwijaya.blogspot.co.id/2016/02/peresmian-jomblo-syari.html?showComment=1456641877322&m=1#c439019641464299559


dengan ini kami sampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Ketu Umum atas sambutannya pada peresmian Jomblo Syar'i priode 1....


Acara selanjutnya,  Pembacaan Doa,  Oleh ukhti Eka Shalihah,  kpadanya disilahkan

Bismillahirohmani rohim. Marilah kita menundukkan kepala sejenak, semabri bermunajat kepada Allah,  Agar Para Jomblo syari'i ini Diridhai Allah Swt.

Ya Allah ya Rahman,  Ya Rohim, Ya malikul Mulk, kuatkan hati2 para jomblo syar'i dalam meniti terjalnnya kehidupan ini..

Ya Allah Yg maha membolak-balikkan hati

tetapkan hati-hati kami para jomblo syar'i agar kami dapat berjalan diatas bumimu yakni senantiasa menjalani hidup syari meskipun banyak godaan diluar sana...

Ya Allah pertemukan para jomblo syar'i ini denagan pasangan2 hidupnya tentu dengan  cara yg syar'i pula ya Allah...

Ya Allah Jadikanlah Tulisan2 para jomblo syar'i bisa membuka mata dan hati para jomblo dan jomblowati yg nga syari agar segera mensyarikan jomblonya dan yang jomblonya suda syar'i agar senantiasa menjaga kesyar'ian  jomblonya.


Ya Allah, satukan hati-hati  emak* serta adik* dan para jomblo syar'i agar senantiasa kompak dalam mengisi kehidupan dunia maya lewat tulisan-tulisannya yang indah...

Ya Allah Ya Tuhanku,  berkahilah kehidupan kami semua begitu juga kehidupan Bang Syaihah selaku pelopor ODOP ...

Amin,  Amin,  Allahumma Amin

Wassalamualaikim wr.wb

Jumat, 26 Februari 2016

Menjadi Pendengar dan pembicara yang baik





Mendengar, ternyata bukan hanya “masuk kiri keluar kanan” atau sebaliknya. Mendengar ternyata benar-benar mencoba memahami apa yang dikatakan orang lain. Mendengar adalah sebuah proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan, refleks atau insting. Mendengar adalah upaya untuk menghubungkan titik-titik yang kadangkala menyatakan pesan-pesan yang tersembunyi.
Namun Manusia terkadang lebih banyak berbicara dibanding mendengarkan, padahal Allah menciptakan jumlah telinga lebih dari pada lidah, banyak orang yang ingin didegar namun hanya sedikit yang mau menjadi pendengar.

Suatu hari saya mendengar seorang senior menceritakan pengalamannya jalan-jalan ke Bandung, ia menceritakan bagaiamana segarnya suhu udara disana, banyak buku yang lumayan murah, ia menceritakan semua tempat yang didatanginya, semua pengalaman begitu terdengar mengesankan.

 Tiba-tiba dengan nada yang lebih bersemangat di samping kiri saya ada juga senior yang tak mau kalah,  “ saya juga dulu sempat kesana, bukan hanya tempat itu yang saya kunjungi tapi bla,bla,bla,bla..dan seterusnya” saya jadi bingung mau mendengar yang mana, mau lihat senior A takut si senior B merasa tidak diperhatikan mau dengar si B takutnya si A  juga seperti itu, hmm nga tau deh jadinya gimana kalau sampai bentrok hari itu.

Untunglah saya dan teman-teman itu ada beberapa, jadi kami membagi pandangan ke ke senior yang bercerita, seolah-olah ada instruksi, yah saya nga tau ternyata teman-teman mengetahui kondisi kedua orang ini, kabarnya memang keduanya suka banget cerita pengalaman, namun ada juga loh teman yang lagnsung minggat dari tempat duduknya karena tau kebiasaan kakak ini kalau cerita nga ada habisnya.
Ini nih kadang yang memuat renggang hubungan, entah pertemanan, persaudaraan, persahabatan, kehidupan rumah tangga, kalau cuma satu yang mau jadi pendengar akan ribet jadinya, disisi lain kita harus bisa menjadi pendengar yang baik (kabarnya).

Di FTV salah satu stasiun televisi  pernah di menayangkan sebuah Film,
 seorang ibu yang hanya sibuk mengurusi dirinya, suka shoping, dan keluyuran malam. 

Suatu hari ia pulang dari mall berbelanja barang kesukaanya
ia meletakkan semua beanjaannya di sebuah meja, 
tiba-tiba anak gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama mendatangi ibunya,
ia ingin menyampaikan sesuatu kepada ibunya,
 namun sang ibu hanya sibuk menceritakan kebahagiaanya.

“ Nak lihat, ibu belanja apa, hari ini ibu seneng banget sayang,
bisa membeli semua barang kesukaan ibu,..”

 “Bu, bu,...” Sang gadis cantik berkulit putih dengan mata berinar-binar 
terlihat sangat senang, ia memanggil sang Ibu.

 “ lihat sayang ibu membelikan sesuatu untuk kamu sayang, 
lihat sendal ini cocok banget buat kamu sayang, 
dipakai yah kalau kamu main sama temen kamu,
 pamerin ketemenmu nak yah.” Sang ibu melanjutkan tanpa memperhatikan
 anaknya yang dari tadi memegan medali ditangannya, 
sebenarnya hari ini ia sangat senang ia peringkat 1 dikelasnya.

“ oh iya kamu tadi mau bilang apa sayang?”.

 “nga kok bu, Aku seneng ibu hari ini bahagia”.
Iapun keluar dari ruangan dimana ibunya berada dan menangis sejadi-jadinya.
Bisa kebayang bukan perasaan sang anak.. 
Banyak orang yang hanya sibuk menjadi pembicara tanpa perduli dengan
kondisi orang lain disekitar mereka.

Bayangkan jika kita semua ingin jadi pembicara lantas siapa yang akan menjadi pendengar,


Begitu beratkah perkara mendengarkan itu? Kita dikarunia dengan 2 telinga dan 1 mulut. Tentulah  sudah cukup menjadi peringatan, bahwa kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Berbicara memang mudah. Tanpa perlu berisi, semua orang juga bisa bersuara. Dan bereskah semua pekerjaan bila semua orang turut berbicara? Tentu tidak.
 
Berbicara dan mendengar memang selalu terkait satu sama lain. Sebegitu kencangnya kita diberikan keleluasaan media untuk berbicara, tentu bisa membuat semua orang lebih suka melakukannya daripada mendengar. Suara-suara itu juga kini telah berubah wujud bukan sekedar suara verbal, juga menjadi tulisan-tulisan. Tengoklah media di internet, terlebih beragam social media yang makin melenakan banyak orang untuk menyuarakan isi hatinya
.
Namun tahukah, di dunia yang menuntut banyak keterlibatan kita, mendengarkan juga akan sangat memudahkan kita untuk mengerti dan membekali kita dalam bertindak? Terdengar sepele, akan tetapi banyak yang bisa kita lakukan tanpa banyak berbicara.
Sebegitu hebatnya orang yang mampu mendengar, sampai disebut dalam sebuah hadits “Bahagia sekali orang-orang yang menahan lidahnya, daripada berkata-kata secara berlebihan.”



Berkata berlebihan juga bisa memicu hal negatif lain. Selain menghabiskan energi, hal ini juga mudah memicu keributan. Ini mengingat kemampuan sang pendengar juga mudah terpicu karena daya pemahamanan yang boleh jadi berbeda.

Menjadi pendengar juga membutuhkan keterampilan lain, dan tidak semua orang memang layak dijadikan pendengar kecuali pandai atau terampil dalam menyimpan Sesuatu yang tidak sepatutnya mereka jaga dari apa yang telah ia dengar.



Semoga kita bisa menjadi pendengar dan pembicara yang baik.

Tuhan menciptakan Dua telinga dan satu mulut agar
kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara

 
Bukankah seorang penulis tak akan mampu menjadi penulis yang baik
 jika tidak banyak membaca tulisan-tulisan para pendahulunya.

 Bahkan Seorang dokter tidak mampu menjadi Ahli dan memberikan resep yang baik 
jika ia tidak pernah belajar dari penyakit dan keluhan-keluhan pasiennya. 

Seorang guru tidak mampu menjadi guru yang sukses dalam mengajar
 jika tidak belajar dari buku-buku pelajaran, 

Dan seorang anak yang baik dan sukses ternyata dilahirkan dari orang tua
 yang banyak menyampaikan teguran dan nasihat kepada anak-anaknya.



Wallahu A’lam...

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...