Sabtu, 10 Februari 2018

Wanita Beramata Bidadari

Namanya Nidya Lassari Nusantara, aku pun belum pernah bertemu beliau sebagaimana kak Adinda Listriani juga belum pernah bertemu.

Namun kekaguman dan rasa iri ini mungkin sama dengan yang dirasakan kak Adinda, aku hanya mengenal beliau lewat tulisan-tulisan yang beliau posting di media sosial yakni di fecabook.

Wanita bermata bidadari, itulah julukan yang aku sandingkan kepada kak Nidya, bagaimana tidak, lewat tulisan beliau di efbi dan juga karena ke kepoanku padanya saat melihat postingan foto pernikahan wanita paruh baya ini dengan lelaki beruntung yang menikahinya dengan mahar yang spektakuler itu aku semakin kagum dan iri.

Diungkapkan oleh Adinda Listriani bahwa wanita ini adalah sosok wanita pejuang, memiliki tsaqofah yang memadai, sang pembina, penuh dengan rasa cinta yang di buktikan dengan mengabdikan dirinya menjadi pengajar di TK.

Tidak hanya sampai di situ, mengapa ia aku juluki wanita bermata bidadari? Karena bagiku tak banyak wanita seperti beliau, ia begitu memandang dunia dengan pandangan kehinaan, baginya dunia adalah hanya perhiasan.

Semua menjadi indah baginya ketika Allah telah menetapkan kepadanya hal tersebut. Rabbana sungguh diri ini iri melihat dirimu wahai kak Nidya. Bahkan dalam tulisannya saat di acara pernikahan beliau dengan lelaki cacat fisiknya ia menulis....

"Sah.... Tidak mudah menjadi dirinya.
Tapi Allah SWT mempermudah segalanya untuk mendampingi dirinya.

Aku suka prosesnya
Apalagi hasilnya.
Allah SWT skenarionya lebih keceh dari yang kusangka.

Pria bertongkat itu suamiku.
Aku bangga padamu.
Ini sih namanya
Kuch kuch hota hai
Hehehe
#UmarNidya Raju Raja
#KadoTerindahDariAllah
28 Januari 2018"

MaashaAllah sungguh ternyata masih ada wanita secantik ini akhlaknya, semoga akan lahir wanita-wanita ikhlas, penyayang dan sabar serta tawakkal lewat kisah yang begitu menginspirasi dari kakak.

Barakallah.

Minggu, 04 Februari 2018

Menyikapi Gerhana Bulan

Kemarin tanggal 31 januari 2018 gerhana bulan terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia, kejadian ini merupakan sesuatu yang langkah terjadi. Bahkan kabarnya hanya terjadi sekali dalam kurun waktu 150 tahun.

Gerhana bulan atau supermoon ini merupakan tanda kebesaran Allah yang mestinya membuat kita semakin dekat dan juga takut akan adzab dan hari pembalasannya.

Sesungguhnya Allah menginginkan kita kembali kepadanya. Bertaubat dan berhenti dari lemaksiatan, merendahkan diri kepadanya.

Dalam Qur'an surah Israa ayat 59 Allah mengabarkan, "Dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti"

Inipah salah satu bukti sayangnya Allah pada kita, Ia memberi kita ruang dan waktu untuk bertaubat, takut, berharap dan memohon keselamatan melalui tanda-tanda ini.

Semoga dengan adanya kejadian ini membuat kita semakin taqwa, senantiasa merasa di awasi oleh Allah dan kita semakin giat memperkuat dan meningkatkan kualitas keimanan kita. Ammiin...

#ODOP5

Benarkah?

Benarkah sibukku untuk mempersembahkan waktu terbaik
Benarkah kerjaku
Dan segala aktivitas yang selama ini kita lakukan. Benarkah untuk meninggikan kalimat tauhid yakni la ilaha illa Allah...

Tentang tulisan yang beredar
Menasihati untuk istiqomah
Tentang lembaga yang di dirikan
Mengajak kepada kebaikan
Tentang komunitas yang dicipta
Untuk merangkul yang kurang

Sebenarnya ada khawatir
Ada resah
Namun tugas kita hanya berusaha
Membangun yang terbaik
Membiasakan yang baik
Mengajak kepada kebaikan
Dan mempersembahkan waktu terbaik
Sembari senantiasa meluruskan niat
Lillahi ta'ala

Karena
Segala seauatu yang bukan karena Allah dan RasulNya maka semua akan tertolak.
Lantas jika tertolak, bekal apa yang akan kita dapatkan untuk menyongsong perjalanan yang panjang menuju negeri akhirat, yang hanya dipisahkan oleh dinding kematian.

Semoga niat ini selalu iklas karenamu ya Rabb dan benar berdasarkan yang engkau syariatkan.

#ODOP5
#Merkurius
#Day2

Apa Salah Perasaanku

Dulu saat masih jahiliahnya, saat di ceramahin sama kak Nisa atau kak Hasna tentang larangan berpacaran, rasanya dunia itu bagaikan disambar kilat. Ehh lebay deh.

 
Tapi ini serius loh dear, apalagi banyak yang nembak dan sering di telpon cowok-cowok yang katanya keren pada masanya itu, tapi emang sih mereka keren….peng..upss maaf.

“Dek kita sebagai ummat islam dalam Al-Quran dilarang mendekati zina, mendekati saja kita dilarang apalagi melakukannya,” kata kakak yang mengisi kajian rutin di mushallah kampus saat itu.

“Tau tidak? Pacaran itu bukan mendekati zina loh yah, tapi sudah zina.” Kata kak Nisa lagi menjelaskan dengan disertai senyum yang ramah dan begitu bersahabat.

“Apa perasaan ini salah yah kak? Apakah perasaan cinta itu adalah sebuah kesalahan.?

Percakapan di atas adalah salah satu percakapan yang sering kita temui di kalangan remaja maupun mahasiswa yang kemudian mulai memiki keinginan untuk berfikir. Menurut saya orang yang punya keinginan bertanya adalah mreka yang mau berfikir, sebagian sih.

Kembali ke leptop, bahwa perasaan cinta itu bukan suatu kesalahan yah dear, bukan perasaanya yang salah tapi cara pemenuhannya,yakni harus sesuai dengan perintah Allah SWT. Karena dari jaman old sampai jaman now naluri seseorang tetap sama dan aturan pemenuhan dalam islam pun tetap sama dan tidak pernah berubah dari zaman ke zaman.

Karenanya cara pememenuhan perasaan inipun harus sesuai dengan syariat yang telah di tetapkan dalam islam yakni dengan jalan pernikahan sebagaimana anjuran pernikahan dalam banyak ayat dalam kitab-Nya.

“Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” [Ali ‘Imran/3: 38].

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
 “Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Rabb-nya: ‘Ya Rabb-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau-lah Waris Yang Paling Baik.’” [Al-Anbiyaa’/21]

Semoga penjelasan singkat ini mmberikan gambaran dan sedikit pencerahan yah dear, bahwa dalam islam aturan rasa cinta atau fitrah perasaan cinta ini sudah diatur sedemikian rupa oleh agama kita, sehingga kita di tuntut memahami bahwa Allah melarang hambanya mendelati zina, karena zina dan pacaran ini adalah suatu jalan yang di haramkan.

Karena perintah ini dating langsung dari sang meha pengatur alam semesta dan segala isinya. Apa kita akan membangkang? Apa kita akan menawar?

Kalau misalnya dosen yang kamu segani atau rektor di kampus kamu memanggil menghadap di kantornya, apa reaksimu? Tentu kamu akan sedikit takut? Grogi? Degdegan? Atau kamu senang? Atau kamu dengan sopan dan rapinya menghadapa pak rektormu?

Belum lagi jika nanti sesampainya di kantornya, jika kamu dimita utuk mengerjaka sesuatu, tentu kamu aan dengan senag hati akan mematuhinya bukan? Entah karena segan, hormat atau karena ia yang punya peran kekuasaan besar di kampus.

Nah bagamana dengan Allah SWT, pencipta alam semesta dan seluruh isinya, pencipta dosen, pengendali dosenmu, iya kan? Maka dari itu perintahnya harus lebih kita dahulukan dari yang lain.

#ODOP5
#Merkurius
#Day10


Rindumu Tak Seberat Muatanku



Sepertinya pemuda dan pemudi di jagad nusantara kita ini tiba-tiba berubah secara drastis romantisnya.Udah deh nggak usah mengumbar dan sok romatis sama pacarmu bahwa rindu itu berat, orang sopir truk aja bisa nulis curahan hatinya secara kocak di bagian belakang mobilnya bukan?

Pernah liat? Tau tuilisannya? Nah, itu dia “Rindumu tak seberat muatanku” Hehe sopir truk juga bisa bilang rindu bukan? Muatannya lebih berat dari rindumu katanya wkwk.

Dear hati-hati, pemberi harapan palsu pada pinter-pinter bikin terhipnotis dengan rayuan manis ala-ala film yang lagi heboh di jagad remaja dear. Ada yang protes, “itu kan wajar saja. Namanya juga remaja.”

Okeh-okeh naluri cinta itu memang fitrah pada manusia namun pemenuhannya dalam Islam telah di atur oleh pencipta manusia dan naluri itu sendiri. Nah makanya kitapun harus menyalurkan naluri itu dengan pemenuhan yang sesuai dengan apa yang telah di anjurkan pada kita sebagai hambanya.

Sekali lagi, hati-hati dengan lelaki yang modal dan model gombal kayak yang di atas yah dear, sudah pasti ini hanya harapan semu alias palsu. Kalau kita melihat asal muasal kata-kata di atas tentu semua tidak asing lagi, dimana kata-kata romantis seperti ini banyak di gunakan oleh para remaja yang lagi DILAN….da asmara alias lagi berpacaran.

Bicara pacaran, dalam islam hal ini sangat dilarang yah dear. Makanya “ Jangan pacaran, kamu tidak akan kuat nanggung dosanya. Sudah capek-capek nanggung dosa, tak jadi menikahi si doi pula, yah ruginya double kan.?

Sudah banyak orang yang mati bunuh diri karena pacar, banyak kehilangan harga diri karena pacar, banyak yang dibunuh pacar dan bahkan, parahnya sudah banyak yang melahirkan belum menikah gegara pacaran loh dear. Naudzubillah.

Dan ini, kamu ngak akan kuat nanggung dosanya. Udahlah daripada pacaran dan sibuk gombal anak orang, mending belajar dan memantaskan diri untuk menyongsong datangnya masa depan. Okkeh!!
So “Rindu itu memang berat, kamu nggak akan kuat, apalagi menanggung rindu pada orang yang belum halal bagimu, nah jika kamu rindu doain dan perjuangin aja dengan cara yang sewajarnya yakni sesuai yang di syariatkan yah dear.  

@eka_shalihah
#ODOP
#Merkurius
#Day9

Puisi_Jika Tiba Saatya Pergi




Jika tiba saatnya nanti
Jasadku taka da lagi
Kau takkan kubiarkan sendiri
Ingat ada aku dalam bait inii.

Jika tiba saatnya nanti
Saat kau tak dengar suaraku lagi
Antara bait-bait sajak ini
Ada aku selalu berdawai

Jika tiba saatny nanti
Saat citaku telah menepi
Di antara aksara ini
Ada harap sepenuh bumi.

Palopo 2 Februari 2018
@eka_trisnawatianwar
 #ODOP5
#Day8

Kamis, 01 Februari 2018

Ibu

Sebuah Puisi
Untuk Ibu

Ibu...
Engakau bagaiku seperti pelita
Memberiku cahaya terang
Namun engkau rela
Membakar dirimu sendiri.

Ibu...
Engkau bagaikan Matahari
Memberi sinar tanpa henti
Engkau bukan memghilang kala malam
Hanya anakmu yang menjauh darimu.

Ibu
Kuucapkan terima kasih
Saat dunia meninggalkanku
Dalam keterpurukan dan kesedihan
Engkau selalu ada dalam hidupku.

Mendidik Anak Usia Dini

Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...