Sekitar pukul 15 entah lebih atau kurang berapa menit, cuaca di luar jendela yang tertutup kain gorden biru masih sangat terik, jika berada di luar rumah serasa bak di gurun sahara di Mesir sana.
Panas sore itu membuatku teringat degan status yang sedang mejeng di fb (facebook) tulisannya begini "Di kasi hujan minta Panas, di kasi panas minta hujan, sekalian di kasi hujan air panas...binggung kan loe!"
Akhirnya niat mengeluh ku kubur dalam kata, Aku milih istirahat dan mensyukuri daripada menghujat ketentuan Allah.
Cuaca akhir-akhir ini memang terasa sangat panas, Alhandulillah masih bisa bernaung di kos sederhana ini, setelah pulang dari kampus Aku memilih kembali istirahat di kos, selain karena merasa nyaman, juga karena akhwat-akhwat sering mengadakan pengajian di sini, yah hitung-hitung menambah ilmu sambil istirahat.
Pengajian bagaikan charger bagi manusia, layaknya hp disitula tempat menambah daya setelah seharian atau beberapa hari beroperasi, di tempat kajian adalah tempat dimana kita dibina menjadi pribadi Islam, kita saling mengingatkan tujuan hidup yang sebenarnya, yakni mempersembahkan amalan dan menjadikan hidup sejalan dengan aturan Allah, saling mengingatkan agar senantiasa tunduk kepada aturan sang pencipta hidup.
Senantiasa menjaga ketaatan disaat sendiri, di tengah keramaian, di rumah, di sekolah, di kampus, di mesjid, tempat pengajian, bahkan sampai urusan ekonomi, pergaulan tatanan sosial dan bahkan bernegara tentu di atur oleh Islam. Hal inilah yang membuatku makin mantap mengatakan sungguh Islam Rahmatan lil 'Alamin, buktinya semua di atur dalam islam.
Seringnya mengikuti kajian Islam secara rutin membuatku semakin kagum dengan Islam.Tak jarang aku mengingat pepatah "Tak kenal, maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta"
Bagaimana tidak! Dulu Aku merasa tidak terlalu mengenal islam, analoginya seperti seseorang yang membeli sebuah buku lalu membaca kata pengantar dan daftar isi kemudin menutup dan menebak apa isi buku itu, tanpa tahu isi buku yang sebenarnya, jadilah karena membacanya hanya daftar isi sehingga tak mampu menjadi aplikasi dalam hidup, bagaimana tidak, wong hanya baca daftar isi, penjelasannya kagak.
kulihat Islam dari ufuk timur
ia bak fajar memberi kehangatan.
Kulihat Islam di ujung barat
ia bak cahaya yang menyingsing keemasan.
Sambil menyandarkan badan, kubuka fb , setelah sampai di sana kupanjat dinding dengan ibu jariku. Benar saja disana menempel banyak berita. mataku tertuju pada sebuah gambar yang membuat ibu jari ini berhenti.
Foto, yah sebuah foto puluhan orang berbadan kekar, berpakaian seragam lengkap dengan senjata yang di pegang erat, seolah akan berperang, badannya di lengkapi pelindung dan bahkan hanya mata yang terlihat.
Sebuah pertanyaan terbersit, Sampai setakut itukah mereka sampai tak memperlihatkan wajahnya.
Latihan apa gerangan yang telah ia lakukan sehingga mereka sepertinya tak punya hati membunuh manusia bahkan kaum muslim, dan ini bukan kali pertama tapi telah tercatat puluhan bahkan ratusan manusia yang telah mereka bunuh dengan hanya berdalih pada perasangka alias tuduhan dan yang mereka tangkapi adalah muslim yang ibadahnya rajin.
Mereka mengambarkan teroris itu yang rajin ke mesjid, ke mushallah, kajian, rajin membawa mushab, sering ikut pengajian, mengisi ceramah dan semua yang menggambarkan Islam, sehingga islam yang merupakan agama rahmat bagi seluruh alam menjadi buram di mata kaum muslim khususnya.
Usaha mereka kini telah berhasil dampaknya banyak ibu-ibu atau orang tua Fobia terhadao Islam, sampai melarang anaknya ikut pengajian, takut kalau-kalau anaknya diajari merakit bom di tempat kajian, melarang anaknya memakai kerudung dan baju terusan. Naudzubillah, ini curhat salah satu siswi SMA di pengajian.
"Kak kenapa teroris itu identik degan Islam?" Tanya seorang siswi di salah satu tempat mengisi kajian di SMA.
Aku agak kaget mendengar pertanyaan itu. Apa lagi penanya adalah seorang muslim, ketika mengikuti kajian di kampus dan sekolah, Akupun kerap mendapat pertanyaan-pertanyaan serupa.Tidak semua mendapat informasi yang benar dan jujur tentang Islam. Aku tidak boleh bosan menyampaikan informasi yang jujur.
"Kalau saudari memiliki pohon mangga yang sedang berbuah, dan kau sudah merawatnya dengan baik, bisakah saudari pastikan tidak ada yanh busuk atau jatuh dari pohon sebelum matang"
"kalau kau punya pohon mangga,hanya satu dua saja buah yang busuk lantas menganggap semua buahnya busuk, apakah itu fair?"
Tentu keburukan pada buah itu pasti ada namun kita tidak mengatakan semua buahnya busuk.
Itulah keburukan, tidak bisa kita menjamin semua akan baik, namun bedanya hari ini adalah, Islam itu seperti buah yang di cangkok, buah di paksa tumbuh di pohon lain, kita di ajarkan membenci pohon kita sendiri, seolah buah yang di makan burung adalah kesalahan si pohon, pohonlah yang membuat buah busuk, padahal biang keroknya adalah si burung yang singgah mengambil manfaat
Baiklah Aku tutup tulisan ini dengan mengucapkan, wahai diri yang tercatat sebagai kaum muslim, sejauh mana kita telah mencari tahu gerakan ini, didirikan oleh siapa, apa visi dan misi, apa ia sesuai dengan Islam, sejauh mana kita membaca perjalanan Rosulullah mendirikan kepemimpinann Islam yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran, sejauh mana kita telah mengenal Islam kita, jangan-jangan kita hanya mendengar dan melihat lantas mengatakan Islam itu keras sebagaimana Isis, sejauh mana hadist-hadist Rosulullah menjadi hafalan dan hiburan kita tiap hari. jangan-jangan media hari ini telah menjadi tontonan sehingga apa yang di sampaikan media Tv menjadi tuntunan.
"cukuplah orang itu dikatakan pendusta kalau setiap perkataan yang ia dengar ia sampaikan"
Aku sendiri menyimpan pertanyaan, Densus 88, kenapa berpakaian tertutup, sebenarnya ia bentukan siapa,kenapa tak di gubris oleh pemerintah, yang telah nyata membunuh dara kaum muslim yang belum pasti bersalah, seperti kasus yang baru terjadi, Siyono di bunuh oleh Densus 88 yang ternyata merupakan Dai.
Menjadi sebuah pertanyaan kenapa negeri yang katanya menganut HAM ini bungkam ketika yang melakukan pelanggaran adalah segelintir manusia dengan segala kepentingannya. Ketika darah dan nyawa rakyat terancam tak seheboh ketika lambang garuda di lecehkan. Apakah patung lebih berharga dari darah rakyat dan kaum muslim.
Bukankan Rosulullah mengingatkan dalam sebuah hadist "Runtuhnya Bumi dan kabbah lebih ringan di sisi Allah dari terbunuhnya satu kaum muslim"
Aku rasa sudah banyak tulisan yang menjawab pertanyaanku ini, yah kita cari sama-sama jawabnnya yahh.. oia sedikit persembahan puisi untuk sebuah naungan yang ku rindukan.
Meridu
Kami rindu sang penjaga,
yang terjaga di sepertiga malam
Kami rindu sang benteng yang
kekohannya melindungi jiwa-jiwa yang rapuh.
Beribu nestapa menyekat memisahkan.
Kami bukan kamu apalagi mereka
Tak ada satu diantara dua
Kami hanya kumpulan yang terbuang
Kami meraung dalam diam
Kekuatan menyeret kami ketakutan
Kekuasaan betul telah menguasai
Bagi kami tak layak kepuasan
Kadilan tak layak bagi si Kerdil
Kami rindu
Kami rindu Cahaya yang menyejukkan
Menjaga menyapa dari yang terjaga
Kami mau
Kami mau lepas dari belenggu
Tuduhan hinaan penistaan
Kembalilah Kembalikan
Kesatuan yang menyatukan
Jati diri yang penuh rahmat
Bagi sang semesta alam
Jika para sahabat dijamin masuk syurga karena sumbangsinya terhadap islam kala itu maka hari ini Menulislah sebagai sumbangan peradaban yang akan datang, setidaknya untuk dunia saat ini....
Selasa, 22 Maret 2016
Rabu, 16 Maret 2016
BERHENTI MENERORKU
#Edisi Baper (Bawa Pergi)
BERHENTI MENEROR KU
Aku hanya ingin mempersiapkan diriku akhi untuk sesuatu yang tidak mau aku mengulang dan melakukannya dua kali, untuk sesuatu yang paling menentukan kehidupanku di hari abadi kelak.
Taukah akhi, setiap malam kupinta yang terbaik di hadapannya, tahukah akhi setiap detik ku persiapkan semua untuk mencapai ridhanya, tahukah akhi ini bukan perkara yang mudah aku putuskan
Tahukah akhi
Ayahku mendidikku sampai sebesar ini
akankah Ayahku merelakanku kepada seseorang yang bermental krupuk
sedang ayah menjadi lebih kuat melebihi baja demi kebahagiaanku
Saat ini masih belum pantas aku menyambutmu
Saat ini biarkan aku mempersiapkan diriku agar menjadi ibu dan pengatur rumah tangga yang baik
Aku ingin kau kelak tak terlalu terbebani karena kedangkalan ilmuku
Aku ingin bahuku kelak cukup kuat untuk anak* dan dirimu saat pulang dari kepenatan dunia seharian
Aku ingin seperti khadijah yang memiliki kedudukan mulia di sisi suaminya Aku ingin seperti beliau yang tak pernah dimadu sampai sepeninggalnya...
Aku ingin seperti Aisyah r.a istri yang teguh dan tegar, serta tegas dalam urusan agamanya
Aku ingin seperti Hafsah r.a seorang istri yang taat beribadah berpuasa dan bangun malam
serta kezuhudannya.
Aku ingin memiliki keberanian dan semangat jihad seperti Shafiah r.a
Aku ingin seperti Zainab r.a yang kebaikan dan kemuliaan terhimpun dalam jiwanya
Ya Akhi aku sadar, aku sadar ke inginanku tak mampu mencapai kemuliaan ketakwaan, kesabaran dan kesetiaan serta semangat jihad mereka.
Sungguh aku sadar tak mampu menyamai mereka para shahabiyah Nabi saw
Aku hanyalah wanita muslimah akhir zaman yang memiliki semangat dan kesadaran bahwa tak mudah menjadi sosok wanita shalihah seperti mereka
Namun Aku salah seorang wanita akhir zaman yang merindu shalihah
Saat nama-nama wanita shalihah masuk ke dalam syurga Allah yang tinggi
Aku ingin namaku berada di antara mereka
Mereka berjuang atas dasar ketakwaan dan kemuliaan islam
akupun ingin seperti mereka berjuang mengembalikan Kemuliaan Islam.
Aku ingin para bidadari cemburu dengan ke akhwatanku
Aku ingin islam bangga dengan ke Islamanku
Aku hanya ingin berjalan di atas jalan halal.
Jangan,
Jangan kau coba nodai itu dengan sapaan dan alasan yang membuatku rapuh, tak berdaya
Jangan
jangan kau uji aku
di atas ikatan rapuh
membawa nestapa gelisah
menyingkap suci merubahkan hina
Biarkan
namamu membuncah dalam gelap
diam berlinang di sesunyi impian
gelapku di ujung sajadah
biarkan memimpi sang cahaya
Tuhan tahu...
Kubutuh ku harap ku rindu
Namun cinta belum saatnya
Kuyakin sesandaran yang tak rapuh
Mendengar pinta dua insan
Dalam syahdu
kehadirannya kan menyahut...
Berhentilah menerorku, kata-katamu bag hujan disertai petir
Berhentilah menerorku, pujianmu bag air seleher setelah kemarau
Berhentilah menerorku, senyumanmu bag es buah di siang hari bulan ramadhan
BAPER (Bawa Pergi) menjauh dariku
tak kudamba seauatu yang menggiurkan namun penuh murka...
Berhenti Menerorku...
BERHENTI MENEROR KU
Aku hanya ingin mempersiapkan diriku akhi untuk sesuatu yang tidak mau aku mengulang dan melakukannya dua kali, untuk sesuatu yang paling menentukan kehidupanku di hari abadi kelak.
Taukah akhi, setiap malam kupinta yang terbaik di hadapannya, tahukah akhi setiap detik ku persiapkan semua untuk mencapai ridhanya, tahukah akhi ini bukan perkara yang mudah aku putuskan
Tahukah akhi
Ayahku mendidikku sampai sebesar ini
akankah Ayahku merelakanku kepada seseorang yang bermental krupuk
sedang ayah menjadi lebih kuat melebihi baja demi kebahagiaanku
Saat ini masih belum pantas aku menyambutmu
Saat ini biarkan aku mempersiapkan diriku agar menjadi ibu dan pengatur rumah tangga yang baik
Aku ingin kau kelak tak terlalu terbebani karena kedangkalan ilmuku
Aku ingin bahuku kelak cukup kuat untuk anak* dan dirimu saat pulang dari kepenatan dunia seharian
Aku ingin seperti khadijah yang memiliki kedudukan mulia di sisi suaminya Aku ingin seperti beliau yang tak pernah dimadu sampai sepeninggalnya...
Aku ingin seperti Aisyah r.a istri yang teguh dan tegar, serta tegas dalam urusan agamanya
Aku ingin seperti Hafsah r.a seorang istri yang taat beribadah berpuasa dan bangun malam
serta kezuhudannya.
Aku ingin memiliki keberanian dan semangat jihad seperti Shafiah r.a
Aku ingin seperti Zainab r.a yang kebaikan dan kemuliaan terhimpun dalam jiwanya
Ya Akhi aku sadar, aku sadar ke inginanku tak mampu mencapai kemuliaan ketakwaan, kesabaran dan kesetiaan serta semangat jihad mereka.
Sungguh aku sadar tak mampu menyamai mereka para shahabiyah Nabi saw
Aku hanyalah wanita muslimah akhir zaman yang memiliki semangat dan kesadaran bahwa tak mudah menjadi sosok wanita shalihah seperti mereka
Namun Aku salah seorang wanita akhir zaman yang merindu shalihah
Saat nama-nama wanita shalihah masuk ke dalam syurga Allah yang tinggi
Aku ingin namaku berada di antara mereka
Mereka berjuang atas dasar ketakwaan dan kemuliaan islam
akupun ingin seperti mereka berjuang mengembalikan Kemuliaan Islam.
Aku ingin para bidadari cemburu dengan ke akhwatanku
Aku ingin islam bangga dengan ke Islamanku
Aku hanya ingin berjalan di atas jalan halal.
Jangan,
Jangan kau coba nodai itu dengan sapaan dan alasan yang membuatku rapuh, tak berdaya
Jangan
jangan kau uji aku
di atas ikatan rapuh
membawa nestapa gelisah
menyingkap suci merubahkan hina
Biarkan
namamu membuncah dalam gelap
diam berlinang di sesunyi impian
gelapku di ujung sajadah
biarkan memimpi sang cahaya
Tuhan tahu...
Kubutuh ku harap ku rindu
Namun cinta belum saatnya
Kuyakin sesandaran yang tak rapuh
Mendengar pinta dua insan
Dalam syahdu
kehadirannya kan menyahut...
Berhentilah menerorku, kata-katamu bag hujan disertai petir
Berhentilah menerorku, pujianmu bag air seleher setelah kemarau
Berhentilah menerorku, senyumanmu bag es buah di siang hari bulan ramadhan
BAPER (Bawa Pergi) menjauh dariku
tak kudamba seauatu yang menggiurkan namun penuh murka...
Berhenti Menerorku...
Selasa, 15 Maret 2016
Dear Pak Syaiful Hadi
Subhanallah bang syaiha,...
kebanyakan orang hanya mampu memberi semangat,memberi teori, menyakahkan ketika tak menulis, menyalahkan ketika tak membaca...
cara bang syaihah sangat bijak, memberi contoh,menyediakan lahan dan memberi suntikan dan bahkan sedikit jeweran...
ada satu kalimat buat pak syaiha
bagi saya setiap manusia adalah guru dan setiap waktu yang berlalu adalah guru tahukah guru yang berhasil adalah ia yang mampu menjadikan muridnya menghasilkan karya seperti dirinya bahkan melampaui dirinya merekalah guru yang berhasil.
Kutipan dari perkataan guru saya
Pak Ramlan,S.Kom
Terima kasih bang syaiha....
kebanyakan orang hanya mampu memberi semangat,memberi teori, menyakahkan ketika tak menulis, menyalahkan ketika tak membaca...
cara bang syaihah sangat bijak, memberi contoh,menyediakan lahan dan memberi suntikan dan bahkan sedikit jeweran...
ada satu kalimat buat pak syaiha
bagi saya setiap manusia adalah guru dan setiap waktu yang berlalu adalah guru tahukah guru yang berhasil adalah ia yang mampu menjadikan muridnya menghasilkan karya seperti dirinya bahkan melampaui dirinya merekalah guru yang berhasil.
Kutipan dari perkataan guru saya
Pak Ramlan,S.Kom
Terima kasih bang syaiha....
Senin, 14 Maret 2016
Orang yang Paling Jahat
kami menempuh perjalanan dari kota palopo menuju ke rumah kak sri di daerah selatan palopo salah satu daerah kabupaten luwu tepatnya di daerah Lanipa
kami ber-empat sepanjang perjalanan berbincang dari hal pribadi sampai urusan kebijakan pemerintah tidak luput dari pembicaraan kami.
mobil Honda Brio berukuran mini yang hanya memiliki daya tampung empat membawa kami melaju dengan satai dan nyaman, hanya sesekali hawa panas dari luar kaca mobil terasa sangat menyengat
kak hasna duduk di sebelah kanan depan mengendarai mobil dengan santai dan pelan, kak sri tepat di samping kiri kak hasna lilis duduk tepat di belakang kak sri dan saya duduk di sebelah kanan lilis
perjalanan yang sedikit mengundang sakit kepala jadi tidak terasa karena kami asik berbagi cerita, pengalaman, ilmu satu sama lain
tak terasa kami suda sampai di rumah kak sri.
"sudah sampai yah kak"
"iya"
"yuk turun"
kak sri dan lilis bebincang sedikit lalu membuka pintu mobil.
"wah indah sekali" saya mengungkap kekaguman alam sekitar rumah kak sri
sawah terbentang luas di depan rumah, jika mengarahkan pandangan di samping kanan rumah disana terdapat sekitar tiga pohon kelapa berjejeran begitu juga di bagian belakang rumah juga ada tiga batang pohon kelapa dan di samping kiri rumah ada rumah tetangga sekitat 5 meter dari rumah kak sri
tak ada kegaduhan suara motor tidak ada suara bising seperti di kota , tiupan angin yang sejuk menyapa kami dengan belaian lembutnya daun kelapa melambai lambai tertiup angin
"subhanallah"
kali ini bukan pertama kali saya melihat pemandagan yang begitu menawan kalb namun beberapa kali melihat keindahan alam tak membuat saya berhenti menggagumi lukisan tuhan yang keindahannya tiada dua
saya masih menikmati pemandangan di depan sana memperhatikan burung-burung yang entah apa nama spesiesnya itu
mereka sibuk mondar-mandir di tengah sawah, pohon-pohon kelapa juga banyak berjejeran di kejauhan keindahan warna langit yang semakinn tidak jelas karena tertutup awan membuat pemandagan itu menarik mata saya memperhatikan tingkah mereka lebih lama
ke tiga teman saya ternyata sibuk mengambil kelapa dengan bantuan bambu panjang yang di ujungnya suda di pasang pengait untuk kelapa..
tung, tung, tung... beberapa kali suara kelapa berjatuhan, agak mudah mengambil kelapa di pinggir rumah kak sri karena ukuran kelapa tersebut tidak terlalu tinggi
saya sesekali menoleh ke mereka yang ketawa sambil menatap satu sama lain, saya akhirnya menuju ke arah mereka membantu memungut hasil jolokan mereka dan sejurus kemudian kami membawa kelapa itu di teras rumah, membuka dan menikmatinya
terasa nikmat, apalagi setelah melakukan perjalanan di sore hari yang lumayan panas.
kami ber-empat sepanjang perjalanan berbincang dari hal pribadi sampai urusan kebijakan pemerintah tidak luput dari pembicaraan kami.
mobil Honda Brio berukuran mini yang hanya memiliki daya tampung empat membawa kami melaju dengan satai dan nyaman, hanya sesekali hawa panas dari luar kaca mobil terasa sangat menyengat
kak hasna duduk di sebelah kanan depan mengendarai mobil dengan santai dan pelan, kak sri tepat di samping kiri kak hasna lilis duduk tepat di belakang kak sri dan saya duduk di sebelah kanan lilis
perjalanan yang sedikit mengundang sakit kepala jadi tidak terasa karena kami asik berbagi cerita, pengalaman, ilmu satu sama lain
tak terasa kami suda sampai di rumah kak sri.
"sudah sampai yah kak"
"iya"
"yuk turun"
kak sri dan lilis bebincang sedikit lalu membuka pintu mobil.
"wah indah sekali" saya mengungkap kekaguman alam sekitar rumah kak sri
sawah terbentang luas di depan rumah, jika mengarahkan pandangan di samping kanan rumah disana terdapat sekitar tiga pohon kelapa berjejeran begitu juga di bagian belakang rumah juga ada tiga batang pohon kelapa dan di samping kiri rumah ada rumah tetangga sekitat 5 meter dari rumah kak sri
tak ada kegaduhan suara motor tidak ada suara bising seperti di kota , tiupan angin yang sejuk menyapa kami dengan belaian lembutnya daun kelapa melambai lambai tertiup angin
"subhanallah"
kali ini bukan pertama kali saya melihat pemandagan yang begitu menawan kalb namun beberapa kali melihat keindahan alam tak membuat saya berhenti menggagumi lukisan tuhan yang keindahannya tiada dua
saya masih menikmati pemandangan di depan sana memperhatikan burung-burung yang entah apa nama spesiesnya itu
mereka sibuk mondar-mandir di tengah sawah, pohon-pohon kelapa juga banyak berjejeran di kejauhan keindahan warna langit yang semakinn tidak jelas karena tertutup awan membuat pemandagan itu menarik mata saya memperhatikan tingkah mereka lebih lama
ke tiga teman saya ternyata sibuk mengambil kelapa dengan bantuan bambu panjang yang di ujungnya suda di pasang pengait untuk kelapa..
tung, tung, tung... beberapa kali suara kelapa berjatuhan, agak mudah mengambil kelapa di pinggir rumah kak sri karena ukuran kelapa tersebut tidak terlalu tinggi
saya sesekali menoleh ke mereka yang ketawa sambil menatap satu sama lain, saya akhirnya menuju ke arah mereka membantu memungut hasil jolokan mereka dan sejurus kemudian kami membawa kelapa itu di teras rumah, membuka dan menikmatinya
terasa nikmat, apalagi setelah melakukan perjalanan di sore hari yang lumayan panas.
sambil menikmati air kelapa kami berbincang-bincang beberapa hal.
"pernah dengar cerita orang yang paling jahat tidak" kata kak hasna membuka cerita
"owh, sudah pernah" ungkao kak sri dengan nada santai
"hm belum kak" lilis dengan cepatnya berusaha agar cerita tetap berlanjut.
"kalau saya pernah kak, kaka yang cerita di mesjid depan kampus 2 tahun lalu dan itu suda agak lama kak, di ulang aj lagi kak " saya mulai maksa dengan senyum menggoda kak hasna agar melnjutkan ceritanya
"ya udah"
"Nah ceritanya ada tiga orang pria ingin saing bertarung dan mereka semua ingin membuktikan siapa yang paling jahat di antara mereka"
"maka orang pertama tadi membawa seorang perempuan lalu menendangnya, menonjok, memukuli sampai ia tak berdaya lalu pria itu berkata, saya adalah orang paling jahat,lihatlah perempuan ini sudah tidak berdaya olehku"
" orang ke dua langsung menyeret perempuan tadi, memperkosanya, mencekik lalu kemudian di bunuhnya, lihatlah perlakuanku, sayalah orang yang paling jahat melebihi perbuatanmu"
lantas orang ketiga tadi yang berkata "sayalah orang yang paling jahat diantara kalian berdua" tegasnya
"kenapa bukankah kamu tidak melakukan apa-apa" tanya salah seorang dari mereka dengan wajah keheranan
"sayalah orang paling jahat di dunia ini, memang saya tidak membunuh, menyiksa dan memperkosa seperti kejahatan kalian tapi saya tidak melakukan apa-apa di saat saudara perempuan saya di injak, dianiaya, di tendang, dicekik, di perkosa dan di bunuh, saya adalah orang paling jahat karena membiarkan dan mendiamkan kalian melakan peruatan keji itu" kata pria yang ketiga
kedua lelaki tersebut terdiam.
kak hasna kemudian melanjutkan dengan bertanya "menurut kalian siapa yang lebih jahat apakah orang pertama, ke dua, atau ke tiga,?"
"ketiga kak. itu yang di bunuh dan dianiaya didepannya sendiri adalah saudaranya dan orang ke tiga tidak melakukan apa*" saya memcoba memberi analisah
"betul dan apa yang bisa kita petik dati cerita ini, bahwa orang-orang yang diam padahal ia tahu bahwa ini kebenaran yang harus di sampaikan maka sama dengan orang yang ke tiga tadi,
kemudian orang-orang yang berdiam diri padahal ia melihat kemungkaran di depan matanya padahal ia tahu itu adalah kemungkaran maka posisinya sama halnya orang yang ke tiga tadi." lanjut kak hasna.
Adzan magrib telah berkumandang dari arah barat rumah kak sri, setelah menikmati beberapa buah kelapa sambil berbagi kisah dan cerita menarik kak sri dan lilis meminta diri dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk shalat
sementara saya dan kak hasna menunggu di teras sambil melanjutkan obrolan-obrolan santai kebetulan kami berdua sedang tidak shalat, biasalah wanita kalau bulannya datang
"maka orang pertama tadi membawa seorang perempuan lalu menendangnya, menonjok, memukuli sampai ia tak berdaya lalu pria itu berkata, saya adalah orang paling jahat,lihatlah perempuan ini sudah tidak berdaya olehku"
" orang ke dua langsung menyeret perempuan tadi, memperkosanya, mencekik lalu kemudian di bunuhnya, lihatlah perlakuanku, sayalah orang yang paling jahat melebihi perbuatanmu"
lantas orang ketiga tadi yang berkata "sayalah orang yang paling jahat diantara kalian berdua" tegasnya
"kenapa bukankah kamu tidak melakukan apa-apa" tanya salah seorang dari mereka dengan wajah keheranan
"sayalah orang paling jahat di dunia ini, memang saya tidak membunuh, menyiksa dan memperkosa seperti kejahatan kalian tapi saya tidak melakukan apa-apa di saat saudara perempuan saya di injak, dianiaya, di tendang, dicekik, di perkosa dan di bunuh, saya adalah orang paling jahat karena membiarkan dan mendiamkan kalian melakan peruatan keji itu" kata pria yang ketiga
kedua lelaki tersebut terdiam.
kak hasna kemudian melanjutkan dengan bertanya "menurut kalian siapa yang lebih jahat apakah orang pertama, ke dua, atau ke tiga,?"
"ketiga kak. itu yang di bunuh dan dianiaya didepannya sendiri adalah saudaranya dan orang ke tiga tidak melakukan apa*" saya memcoba memberi analisah
"betul dan apa yang bisa kita petik dati cerita ini, bahwa orang-orang yang diam padahal ia tahu bahwa ini kebenaran yang harus di sampaikan maka sama dengan orang yang ke tiga tadi,
kemudian orang-orang yang berdiam diri padahal ia melihat kemungkaran di depan matanya padahal ia tahu itu adalah kemungkaran maka posisinya sama halnya orang yang ke tiga tadi." lanjut kak hasna.
Adzan magrib telah berkumandang dari arah barat rumah kak sri, setelah menikmati beberapa buah kelapa sambil berbagi kisah dan cerita menarik kak sri dan lilis meminta diri dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk shalat
sementara saya dan kak hasna menunggu di teras sambil melanjutkan obrolan-obrolan santai kebetulan kami berdua sedang tidak shalat, biasalah wanita kalau bulannya datang
Jumat, 11 Maret 2016
Rembulan merekahlah
Puisi
Rembulan merekahlah
Senja membawa pesona keemasan
merona memancar indah
memberi warna penuh makna
membisik dalam relung
indah dalam isyarat jiwa.
Namun kini sinarnya menjauh
gelap gulita seketika padam
sesak jiwa dalam isak tangis
kupeluk kesendirian dalam kerapuhanku memberi rasa hampa
di pojok ruangan gelap ini
aku membisu pilu
tersungkur dalam sesal tanpa ujung
lirih hatiku merintih memberontak
kau tinggalkan semua luka
dan kau renggut cahaya itu
hingga tak tersisah
Tuhan aku masih disini
di pojok ruangan gelap ini
memeluk malam sepi
mencumbu pedih
tersungkur dalam sesal mendalam
mengharap cahaya temaram memancar dari bilik jendela
Rembulan merekahlah
Senja membawa pesona keemasan
merona memancar indah
memberi warna penuh makna
membisik dalam relung
indah dalam isyarat jiwa.
Namun kini sinarnya menjauh
gelap gulita seketika padam
sesak jiwa dalam isak tangis
kupeluk kesendirian dalam kerapuhanku memberi rasa hampa
di pojok ruangan gelap ini
aku membisu pilu
tersungkur dalam sesal tanpa ujung
lirih hatiku merintih memberontak
kau tinggalkan semua luka
dan kau renggut cahaya itu
hingga tak tersisah
Tuhan aku masih disini
di pojok ruangan gelap ini
memeluk malam sepi
mencumbu pedih
tersungkur dalam sesal mendalam
mengharap cahaya temaram memancar dari bilik jendela
rembulan merekahlah
masihkah ada kemurahan tuhan
Aku ingin kembali tersenyum
semanis senyum rembulan.
Tuhan kutau kemurahanmu
yakinkan diriku dalam pelukmu pinjamkan aku sedikit cahayamu
agar dapat aku lihat kesalahanku
rembulan merkahlah...
dalam titah Tuhan semesta
Palopo 11 Maret 2016
Puisi ini saya buat sebagai gambaran perasaan Sakura dalam tulisan bang Syaiha pada anggal 08 maret 2016
yang penasaran tulisan bang syaiha, silahkan disini MOTIVATOR ODOP (mohon maaf jika nama dan gelar tidak sesuai) peace bang
masihkah ada kemurahan tuhan
Aku ingin kembali tersenyum
semanis senyum rembulan.
Tuhan kutau kemurahanmu
yakinkan diriku dalam pelukmu pinjamkan aku sedikit cahayamu
agar dapat aku lihat kesalahanku
rembulan merkahlah...
dalam titah Tuhan semesta
Palopo 11 Maret 2016
Puisi ini saya buat sebagai gambaran perasaan Sakura dalam tulisan bang Syaiha pada anggal 08 maret 2016
yang penasaran tulisan bang syaiha, silahkan disini MOTIVATOR ODOP (mohon maaf jika nama dan gelar tidak sesuai) peace bang
Rabu, 09 Maret 2016
Masih Adakah Cahaya Ilahi
negeri kita sedang menjadi sorotan dunia sejak pagi tadi. indonesia adalah satu-satunya wilayah yang kali ini mendapat sebuah peristiwa langkah yang akan berulang sekian tahun atau bahkan puluhan tahun dan terjadi sekali.
Gerhana Matahari
jika kita ikut mengamati, beberapa daerah yang mataharinya cerah pada pagi hari, akan berubah perlahan seolah tampak seperti senja, kemudian meredup lalu gelap gulita layaknya malam hari, gelap itu disebabkan bukan karena ketiadaan matahari tapi karena bulan bergeser dan menutupi bumi dari sinar matahari sehingga cahaya terhalangi oleh bulan.
melihat fenomena Alam ini, saya teringat salah satu video motivasi yang pernah saya buka di youtube.
video itu menceritakan seorang pria yang namanya mendunia yakni Albert Einstein ketika menyanggah pendapat profesornya.
saat sang profesor menjelaskan tentang cahaya pada mata pelaharan fisika. Albert membantah dan mengatakan bahwa gelap itu tidak ada, sebab yang ada hanyalah ketiadaan cahaya. Dingin itu tidak ada, yang ada adalah karena ketiadaan panas. Kejahatan itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan kebaikan dalam diri kita.
sama dengan gerhana dan bantahan Albert Einstein tdi jika dibawa ke dalam Makna filosofisnya, bahwa Allah itu tidak menciptakan kejahatan, Allah hanya menciptakan kebaikan, dan kalaupun terjadi tindak kejahatan, maka itu terjadi karena kita sendirilah yang menutupi kebaikan itu sendiri.
Kebenaran selalu berasal dari Allah dan kesalahan selalu berasal dadi kita sendiri, sebagai makhluk yang lemah...
Karena itu semoga kita tetap berusaha untuk memelihara berkas cahaya Illahi dalam diri dan hati kita. Sebab hanya dengan begitulah, kita akan tetap terjaga dalam jalan yang benar, jalan yang lurus yang menyelamatkan diri kita di dunia dan alhirat
Ada 3 tanda yang akan memastikan bahwa masih ada cahaya Illahi dalam diri kita. Maka periksalah dan berintrospeksi diri agar kita mampu menjaganya:
1. Ketika kita menerima kebenaran, kita langsung menerimanya sehingga kita bisa membedakan mana yang hak mana yang bathil.
2. Ketika setelahnya hati kita mampu melihat meyakininya dan itu menjadi keyakinan yang tidak terpatahkan.
3. Ketika kemudian kita diberi ilham bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan kita, padahal orang lain mungkin tidak pernah terlintas ide tersebut sedikitpun...(Aisyul ODOLA)
Semoga pembelajaran gerhana ini memberikan nilai tambah bagi diri kita dan semakin menambah ketakwaan kepada tuhan pencipta alam semeata ini.
Semoga Allah meringankan jalan yang kita tempuh sehingga selamat dunia akhirat. Aamiin
__________________________
Masih adakah cahaya Illahi di hati kita?
Gerhana Matahari
jika kita ikut mengamati, beberapa daerah yang mataharinya cerah pada pagi hari, akan berubah perlahan seolah tampak seperti senja, kemudian meredup lalu gelap gulita layaknya malam hari, gelap itu disebabkan bukan karena ketiadaan matahari tapi karena bulan bergeser dan menutupi bumi dari sinar matahari sehingga cahaya terhalangi oleh bulan.
melihat fenomena Alam ini, saya teringat salah satu video motivasi yang pernah saya buka di youtube.
video itu menceritakan seorang pria yang namanya mendunia yakni Albert Einstein ketika menyanggah pendapat profesornya.
saat sang profesor menjelaskan tentang cahaya pada mata pelaharan fisika. Albert membantah dan mengatakan bahwa gelap itu tidak ada, sebab yang ada hanyalah ketiadaan cahaya. Dingin itu tidak ada, yang ada adalah karena ketiadaan panas. Kejahatan itu tidak ada, yang ada adalah ketiadaan kebaikan dalam diri kita.
sama dengan gerhana dan bantahan Albert Einstein tdi jika dibawa ke dalam Makna filosofisnya, bahwa Allah itu tidak menciptakan kejahatan, Allah hanya menciptakan kebaikan, dan kalaupun terjadi tindak kejahatan, maka itu terjadi karena kita sendirilah yang menutupi kebaikan itu sendiri.
Kebenaran selalu berasal dari Allah dan kesalahan selalu berasal dadi kita sendiri, sebagai makhluk yang lemah...
Karena itu semoga kita tetap berusaha untuk memelihara berkas cahaya Illahi dalam diri dan hati kita. Sebab hanya dengan begitulah, kita akan tetap terjaga dalam jalan yang benar, jalan yang lurus yang menyelamatkan diri kita di dunia dan alhirat
Ada 3 tanda yang akan memastikan bahwa masih ada cahaya Illahi dalam diri kita. Maka periksalah dan berintrospeksi diri agar kita mampu menjaganya:
1. Ketika kita menerima kebenaran, kita langsung menerimanya sehingga kita bisa membedakan mana yang hak mana yang bathil.
2. Ketika setelahnya hati kita mampu melihat meyakininya dan itu menjadi keyakinan yang tidak terpatahkan.
3. Ketika kemudian kita diberi ilham bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan kita, padahal orang lain mungkin tidak pernah terlintas ide tersebut sedikitpun...(Aisyul ODOLA)
Semoga pembelajaran gerhana ini memberikan nilai tambah bagi diri kita dan semakin menambah ketakwaan kepada tuhan pencipta alam semeata ini.
Semoga Allah meringankan jalan yang kita tempuh sehingga selamat dunia akhirat. Aamiin
__________________________
Masih adakah cahaya Illahi di hati kita?
Minggu, 06 Maret 2016
Tanpamu Butiran Debu

"Hal yang paling susah dan jarang orang Indonesia budayakan adalah membaca"
"Mahasiswa sekarang jika membuka internet paling banyak cari film drama korea subtitle Indonesia"
"hahaha" gelak tawa terdengat memecah ruangan gedung kuliah perdana Fak.Teknik
Pak rektor memulai sambutannya di atas podium dan disambut gelak tawa oleh mahasiswa.
saya jadi keinget bacaan salah satu artikel yang pernah saya baca yang artikelnya udah entah dimana,
Ia Mengungkapkan bahwa jepang adalah negara yang minat membacannya sangat tinggi. bahkan pemerintah menyarankan agar koran dicetak dua kali lipat dari jumlah penduduk (Luar biasa bukan)
karena mereka percaya pada masyarakatnya bahwa mereka gemar membaca,..
terbukti sampai sekarang, jepang merupaka negara dengan kemajuan teknolgi yang sangat pesat dan product* nya mendunia dan diakui kualitasnnya..
sebagaimana di yang diungkapkan kepala perpustakaan nasional Sri sullarsih dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca
" kunci utama negara maju adalah kualitas sumber daya manusia gemar membaca"
apa penyebab rendahnya minat baca masyarakat indonesia?
penulis, dosen dan aktifis bicara soal-soal alasan kurangnya minat baca indonesia Okky Maddasari, penulis Novel Entrok, 86, Maryam, dan Pasun Jiwa.
beliau mengungkapkan gaya hidup sebagian besar masyarakat indonesi yang tidak suka membaca bukanlah suatu yang mwngejutkan. Ia kemudian melanjutkan bahwa penyebabnya karena kurangnya akses untuk mendapatkan buku-buku, bahkan toko buku hanya ada si kota* besar.
"perpustakaan umum berdiri diberbagai daerah bahkan perpustakaan hanya berupa gedung saja" katanya
Belum lagi isisnya yang sangat tidak layak. Begitu juga perpustakaan sekolah.
Sebagai orang yang lahir dan besar di Magetan, kota kecil jawa Timur, Okky tahu betul kondisi ini.
“Kalau melihat kodisi sekarang, kondisi tersebutpun masih sama. Berbicara toko buku tentu terkait dengan kemampuan untuk membeli”
Faktor lainnya, kata okky masyarakat tidak dididik untuk gemar membaca adalah
“Sisitem pendidikan kita tidak membentuk orang untuk gemar membaca, terutama bacaan seperti sastra. Kita hanya dibiasakan untuk menghafal dan mengikuti apa yang dikatakan oleh guru” katanya. (Rappler.com)
Sebagaimana yang saya sebutkan pada tukisan saya sebelumnya bahwa peran media tevisi juga telah merusak generasi kita saat ini, media telah masuk kedalam rumah dan merebut perhatian anak yang lepas kontrol dari keluarga. Sehingga buku menjadi tidak menggiurkan untuk menarik perhatian yang terkalahkan oleh gemilauanya layar kaca.
Menurut dosen filsafat UI Sarasdewi mengungkapkan bahwa rendahnya minat membaca disebabkan beberaa hal.
“budaya baca itu menyangkut banyak hal, dari kurikulim,kualitas buku bacaan, bararti jga menyentuh banyaknya penulis juga kualitas karyanya, sampai ke soal-soal kesulitan mengakses buku dan pendidikan, mana masih banyak yang buta aksarah,” katanya. (Rappler.com)
Dan sampai saat ini minat baca sdi Indonesia sangat kurang padahal Indonesia dengan penduduk terbesar di dunia yang pasti mengetahui ajaran islam bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban, namun sekali lagi, Peran pemerintah dalam hal ini sangat berperan besar menumbuhkan minat baca bahkan mematikan minat baca masyarakatnya.
Masalah rendahnya budaya baca di indonesia saling berkaitan satu sama lain. Sebagaiman di ungkapkan beberapa penulis sampai dosen hampir sependapat.
Peran pemerintah dalam hal ini sangat berperan besar menumbuhkan minat baca bahkan mematikan minat baca. Bahkan masyarakat Negeri bebek adalah masyarakat penikmat dan peniru, mulai dari grup band, boy band, gerl band, ninja warior, pacaran, buka aurat, Running Man, hampir semua di tiru.
Guru, dosen, mahasiswa, siswa yang berprestasi hampir tak memiliki ruang di negeri sendiri hingga memilih keluar negeri mengembangkan dan mengaplikasikan ilmunya.
Jika kita melihat sejarah peradaban islam dimasa silam minat belajar dan membaca bahkan sampai membuat buku pada zamannya sangat hebat.
Ketika berkembang dari Arab hingga kepenjuru Dunia sepeninggal nabi saw. Islam membawa kemajuan dan kemakmuran bersamanya, kemanapun mereka pergi mereka membawa kemajuan dan kemakmuran bersamanya.
Para ahli teknik membangun kincir air untuk mengalirkan air ke kota-kota
Lihat saja ibu kota Baghdad adalah kota paling memakjubkan dan paling modern di dunia penataan dan aksitekturnya sangat memukau.
Para cendekiawan muslim mempelajari berbagai cabang ilmu tanpa meninggalkannya sedikit pun
Ilmu ketuhanan, ilmu berkenaan manusia, ilmu berkenaan dunia dan alam semesta,
mereka bukan sekedar
meniru
Mereka memberi nafas baru, mereka mencipta.
Sebut saja Ibnu Al haiytam, saintis pertama 1000 tahun yang
lalu, beliau adalah pengagas penciptaan kamera, kamera berasal dari bahasa Arab
“Qamra”
Al khawarismi The Inventor of number Zero. Dan masih banyak
lagi para cendikiawan muslim yang merupakan para pengagas ilmu sains dan berbagai
ilmu lainya...
Perpustakaan terbesar di kordoba yang pada saat itu belum ada percetakan menyediakan buku sekitar 2000 judul buku.
Islam memandang bahwa menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban
bagi setiap individu baik ia muslim maupun bukan, dan khilafah memberikan
pendidikan secara Cuma-Cuma kepada rakyatnya, dan gaji guru pada saat
kekhalifahan umar bin al-Khattab sebesar 15 Dinar (1 Dinar = 4,25 gram Emas)
kalu di hitung* harga emas saat ini 1 gram = 500.000 ( 15 * 4,25) * 15 dn ini
diikuti khalifah berikutnya.
Kira-kira brapa jt...? silahkan ambil kalkulator yah,..
sumber ( youtube.com_sejarah Emas Khilafah Islam) kalau ada yang butuh videonya
silahkan lewat Wa.
Lanjut kita ke kota Bagdad yang megah itu, berdiri
Universitas Al Musthansiriyyah Khalifah
hakam bin Abdurrahman bin Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang menampung
mahasiswa muslim dan Barat. GRATIS...
Gaji para pegawai negara hingga 200 Dinar ( 1275 gram Emas)
atau setara 114.750.000,- Rupiah
Membangun perumahan untuk rakyat, menyiapkan 50.000 ekor
unta mendistribusikan air ke seluruh perumahan rakyat.
Dimasa khalifah bin Abdul Aziz, tidak seorangpun yang
dipandang berhak menerima zakat, karena kemakmuran rakyatnya.
Khalifah sultan bin Abdul Hamid (1900) berhasil membangun
kereta api Hijaz dari damaskus ke madinah dan rari aqaba ke maan.
Daulah khilafah dengan seperangkat yang dimiliki, memberikan
kesehatan kepada rakyat secara Cuma-Cuma, di bidang ilmu dan teknologi islam
melahirkan ilmuan-ilmuan yang menginspirasi dunia melalui penemuannya.
Inilah bukti kegemilangan Daulah khilafah.
“jikalau eluruh penduduk neger-
negeri beriman dan bertakwa pastilah kami akan melimpahkan kepada nereka berkah
dari langit dan bumi, tetapi mereka ingkar terhadap ayat-ayat kami sehingga
kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”
pantas saja pada tanggal 3 Maret kemarin banyak orang yang mengenag dan merasa
galau mengingat tanggal tersebut tepat tahun 1924, institusi ini diruntuhkan
dan di gantikan dengan sistem Demokrasi saat ini yang menilai segalanya adalah
uang, sehingga saat menulis, saat ,membaca saat mengajar, saat tersenyum, saat
berkunjug kerumah teman dan saat-saat yang lainnya ( cie sekalian buat album
berjudul saat aja kali yah hehe)
nah loh apa hubunganya dengan tugas arisan blog...
nah sekarang hubungannya adalah ditengah-tengah cengkraman
kapitalis (faham yang menilai segalanya adalah menghasilkan materi alias uang)
lahir beberapa perkumpulan yang tidak seperti para ilmuan muslim tapi ia sangat
ingin seperti para cendekiawan muslim dengan sejuta penemuan dan ilmunya yang
bisa menginspirasi dunia, tidak sekedar meniru tapi mencipta, memberi nafas
baru, hadir layaknya embun pagi yang membawa angin kesejukan di tengah
merosotnya ilmu”
pada kesempatan kali ini saya ingin menyebut grup ODOP, bukan
apa-apa, saya hanya ingin memberikan kata salut kepada merekabahkan saya
yankin mereka tidak hanya katof di satu grup keilmuan tapi di grup-grup
bermanfaat lainnya InsyaAllah,...
Nah grup ODOP sekali
lagi di pelopori oleh seorang penulis pemula kantanya, silahkan berkenalan
dengan . bang syaiha langsung kunjungin aja blognya yah
Dan semua anggota grup semua
memiliki semangat yang sama, ingin berpartisipasi dalam membangun peradaban
kelam ini menjadi peradaban gemilang. membagikan kisah menarik, menceritakan pengalaman membuat tulisan yang humoris namun tetap konsisten dengan pesan-pesan untuk para pembaca, dan sebagainya, semuanya di mix di grup odop.
ada beberapa nama yang sangat luar biasa, dalam grup tersebut salah satunya:
Muhamad septian wijaya atau sering disapa Mas Septian
Saat masih berusia SD ia suda gemar membaca, salah satunya majalah bobo, tentu kebiasaan ini jarang orang miliki ketika masih kecil, ketika menginjak bangku SMA ia mengukir prestasinya lewat kepiawaiannya membuat cerpen dan iapun mendapat juara 1, sekali lagi hal ini jarang orang miliki. Ia memiliki hobi menulis dan membaca yang jarang sekali dimiliki remaja saat ini.
sebagaia seorang pria dewasa, tentu sekarang ia sibuk bekerja, namun ditwngah kesibukannya beliau antusias dalam menulis serta amanah insyaAllah sebagai Ketua Umum Jomblo syar'i InsyaAllah...
mba desy adalah
seorang wanita ( iyalah namanya juga mba)
beliau suka menikmati
kuliner-kuliner yang tentu tetap halal, Salah satu hobinya adalah Traveler, ia
sangat suka menulis, di blog beliau bertebaran tulisan-tulisan yang
menceritakan perjalanannya di luar
negeri.
Semoga bisa menjadi penulis seperti kang Abik yang memberi pelajaran berharga lewat latar belakang tempatnya menempuh pendidikan. Amin
Semoga bisa menjadi penulis seperti kang Abik yang memberi pelajaran berharga lewat latar belakang tempatnya menempuh pendidikan. Amin
Beliau tinggal di klaten, beliau adalah seorang guru dengan
kesibukan mengajar ternyata beliau juga sudah berumah tangga, ia mulai menulis
sejak SD seperti Mas Septian.
beberapa prestasinya juga telah mewarnai kehidupan remajanya sampai saat ini dengan kesibukannya ia tetap bersemangat dalam menulis... semangata mba Nindiyah
beberapa prestasinya juga telah mewarnai kehidupan remajanya sampai saat ini dengan kesibukannya ia tetap bersemangat dalam menulis... semangata mba Nindiyah
Mba Hidayati Nur
Tulisan-tulisan beliau banyak mengundang orang merasa iri,
termasuk saya, bukankah iri dalam hal kebaikan itu dianjurkan, agar kita bisa
berusah seperti beliau.
Kembali ke mba Hidayati
beliau aktif dalam forum lingkar pena, sering diundang dalam kegiatan kepenulisan dan karya-karyanya suda sangat luar biasa,.
suda banyak yang memuat tulisan beliau baik majalah dan buku-buku.
bang syaiha saja sampai memuji dan mempertanyakan keikut sertaanya dalam ODOP yang di buat untuk pemula dalam blajar menulis...
beliau aktif dalam forum lingkar pena, sering diundang dalam kegiatan kepenulisan dan karya-karyanya suda sangat luar biasa,.
suda banyak yang memuat tulisan beliau baik majalah dan buku-buku.
bang syaiha saja sampai memuji dan mempertanyakan keikut sertaanya dalam ODOP yang di buat untuk pemula dalam blajar menulis...
Sebagaiaman yang saya baca sendiri dalam cerita pendek yang
beliu buat untuk memenuhi tugas arisan kali ini, waaw luar biasa banget
ceritanya, wajar jika banyak yang minder liat tulisan Mba yang satu ini, tapi
salut beliau tetap rendah hati terbukti kesuka relaanya bergabung di grup.....
Bagi ilmunya yah Mba Hidayati
Sangat besar kemungkinan dari tangan orang-orang seperti
beliaulah lahir para penulis-penulis
hebat, diantara banyak pahlawan pena saat ini yang karya-karyanya dinanti dunia.
Membaca adalah sesuatu yang sangat membosankan dan kurang
diminati remaja saat ini, semoga kehadiran mereka membawa karya-karyanya, dapat
mengubah peradaban kelam dunia membaca saat ini.
Islam dulunya selalu membawa kemakmuran dan sekarang Islam malah menjadi sangat terbelakang, semoga Islam kembali mengukir peradabannya lewat perantara karya-karya kita... Amin
karena tanpa pahlawan pena seperti kalian perdaban yang dinanti bagaiakan butiran debu
( mirip judul lagu yah)
( mirip judul lagu yah)
Orang Barat Mundur
karena mengambil agamanya,
sedangkan orang
Islam Mundur ketika meninggalkan Agamanya
maka pahlawan yang lupa pada Robbnya
bagaikan seonggok manusia tak bernyawa...
maka pahlawan yang lupa pada Robbnya
bagaikan seonggok manusia tak bernyawa...
Semoga setiap karya kita tak hanya sekedar karya.
Wallahu A’lam...
Langganan:
Postingan (Atom)
Mendidik Anak Usia Dini
Terkadang saya mendengar perkataan orang tua yang mengatakan otak anak saya belum siap menempuh pendidikan dan belajar. Padahal ...
-
Akhir-akhir ini dunia remaja Indonesia di hebohkan dengan sebuah film bioskop yang mengangkat tema percintaan anak SMA dengan judul "Di...
-
Sedikit kisah yang sangat mengesankan bagiku, tak ada jalan mudah menuju jalan syurga. setiap pilihan akan ada konsekuensi tersendiri, jika...
-
kami menempuh perjalanan dari kota palopo menuju ke rumah kak sri di daerah selatan palopo salah satu daerah kabupaten luwu tepatnya di daer...